a Jakarta-based film critic

Sepatah Akhir

sajak oleh Manshur Zikri

cuap-cuap di balik punggung
senyum di indra aksara
dekap si tangan nakal
mata memejam warna
runtuhkan kepercayaan si bidadari
dia dan si peminta terjun ke dalam ketidakakuran
dua tangis bercerita, ketika senja mulai melukis warna
perih ratapan kekeliruan, tak satu pun dapat mengerti
ini adalah aku.
terjaga dari mati suri,
sadarlah sudah
bahwa hening adalah teman baru kita.
_____________
vhinm zae gat imn coitufen fiyu xutj zae. U mavo zae. haadbyo, girowoln!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: