a Jakarta-based film critic

wanita dan pria

karya Manshur Zikri, 23 September 2010

Kau mau menemaniku malam ini pergi ke pesta?

Kau suka kue buatanku?

Ng, gimana ya.
Lihat dulu, ya!

Ng, lumayan,
kurang…

Dia bersorak ke langit, menari seperti badut mendapat gandum sejuta karung

, setetes air mengalir di pipinya bak embun di pagi hari mengharap kehangatan dari sang surya.

Halah, gombalanku kalah saing dengan si bapak yang bercumbu dengan pena dan tinta di ujung bangku.

Kita tidak akan merekah senyum, Setan.
Karena kita merasuki kalbu aksara di wadah yang lain
karena kita bermain mata di dunia yang berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: