a Jakarta-based film critic

muda datang pagi

di sini aku mendengar sinar intan yang begitu gila padamu

dia berteriak-teriak pilu

menerawang ke atas, kupikir, entah kemana

yang jelas, suaranya membuat pagiku lebih keren

 

“ingatlah ketika dulu muda

manusia bersinar bak mentari

sekarang, lebih seperti lubang hitam di jagat raya”

begitu kata sang suara sinar intan yang begitu gila padamu.

 

jeritan pilu yang menggurui,

tetapi meletak tangan dipundak sejawat

berujar sedikit sinis, santai dong, sob!

yang jelas, suaranya membuat pagiku lebih keren

 

meskipun sang inspirasi melihatnya sebagai suara lama yang lumayan manis.

 

selamat datang, Sob, selamat datang kau yang baru!

di lingkungan supra antropologis kami.

keadaan ini sabi, Sob! haha

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: