a Jakarta-based film critic

Tidak ada satu orang pun yang tahu mengapa aku memutuskan untuk mengambil jalan ini, kecuali diriku sendiri dan Sang Khalik: di antara semua tingkah laku yang dianggap melanggar nilai-nilai lama itu, aku sedang melakukan suatu langkah moral: aku berjuang memecahkan sebuah kasus, meskipun itu harus dengan mengorbankan citra-citra yang telah lama terjaga. Aku sedang menjadi mahasiswa. Aku mahasiswa! Kata-kata ini aku lempar dengan telunjuk ke batang hidung mereka yang masih bertanya-tanya, termasuk diriku yang lain, yang masih tak percaya mengapa aku bisa-bisanya tiba di persimpangan jalan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: