Marginal, Polandia
Leave a Comment

19.

Warsaw, 09:19 am

Oh, ya… saya lupa mengunggah tentang makan malam dua hari yang lalu. Siba, dengan semangat 45, membuat nasi goreng dan pancake buat kami bersama. Kami juga mengundang Andrzej Gorz (aktivis dari Open Jazdow, Warsaw) ke acara makan malam sederhana itu.

Dari kiri ke kanan: Sibawaihi (Indonesia, teman saya), Lauren Huret (Prancis, tinggal di Swiss, seniman performans), Andrzej Gorz (Polandia, aktivis Open Jazdow), Amit Mahanti dan Ruchika Negi (India, tergabung dalam tim bernama Frame Works).

Kami semua kerap bersuka ria di malam hari, bergantian menjamu sesama seniman residensi di The Center of Contemporary Art (CCA) Ujazdowski Castle, Warsaw, dengan menu khas dari negara masing-masing.

Nasi goreng yang kami buat, sebenarnya tak sesedap yang biasa kita temui di pinggir-pinggir jalan Jakarta (atau kota-kota lainnya di Indonesia). Tapi, nasi goreng itu ludes disantap oleh para seniman. Mereka suka-suka saja. “It’s hot, but it’s really good!” ujar Lauren.

Poinnya: seniman, mau tak mau, harus bisa memasak agar tak cupu di mata pegiat seni internasional lainnya. Paling tidak, piawai tampil pede dengan masakan yang (jujur, menurut lidah saya sendiri) kurang enak. Hahahaha!

This entry was posted in: Marginal, Polandia

by

A researcher, critic and curator with 5+ years of experience in the field of media, arts and film. A member of Forum Lenteng, an egalitarian and non-profit organization based in Jakarta which focuses on cultural activism.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.