Marginal
Comment 1

45.

Jakarta, 03:13 am.

Catatan ke-45, dan saya mencatatnya dengan semangat empat-lima pula walaupun hidung ini sudah berasa akan meledak membahana!

Beberapa waktu lalu, Maria menuding saya omdo di chat Facebook karena ia tak menemukan tulisan terbaru di blog saya ini. Bagaimana tidak, karena yang ia tinjau adalah halaman depan blog saja, tanpa meng-klik menu “Marginal” yang nangkring di menu-bar bagian atas; sedangkan tulisan-tulisan saya yang lainnya—yang kata orang terlalu sok serius—justru termuat di website-website organisasi dan komunitas, bukan di blog ini… [?!] [Ngomong-ngomong, bagaimana kabar anak itu sekarang? Apakah solusi yang saya tawarkan dua minggu yang lalu ia jalankan dengan benar…?]

Tapi tanggapan serupa juga datang dari orang lain; orang baru. Dan kiranya orang ini akan menjadi awal yang mengakhiri narasi Suitcase Kid. Sebab, Suitcase Kid telah berselancar kembali dan setahap demi setahap ia kembali merasuk ke dalam jantung ultima media sosial itu. Orang-orang melupakan kasusnya, pihak berwenang menggantungkan hasilnya, sedangkan sebagian yang lain masih menyimpan tanya tanpa mengharapkan jawaban.

Lagipula, situasinya sekarang: tarot telah digeser dengan kartu remi belaka. Gairah terhadap spekulasi mengenai #kinoslide dan “habitus gambar bergerak”, agaknya, mulai menemukan celah lewat aktivitas Sinema Kolekan yang akan beroperasi dengan struktur kepengurusan yang baru—dan tahukah kau bahwa mereka bahkan telah berbicara di forum yang bersedia memikirkan hal ini dengan lebih serius (bukan sok serius)?!

Tapi yang sedikit membuat saya penasaran, ialah, orang baru ini jarang sekali menunjukkan eksistensinya di frame-frame vertikal yang berumur 24 jam itu, sedangkan frame-frame perseginya memiliki penampakan yang, ciri-cirinya, sebelas-duabelas dengan tampilan blog ini: jarang update. Begitu pula dengan laman tumblr-nya. Terakhir kali, ada catatan di hari kemerdekaan, tetapi bukan tentang kemerdekaan pula isinya. Ya…, mungkin boleh juga disebut “tentang kemerdekaan”, yakni “kemerdekaan dalam menentukan keinginan kapan akan bertindak tanpa beban”. Di mata saya, itu memancing rasa penasaran.

“Gue penasaran kenapa lo penasaran,” begitu, mungkin, respon si orang baru ini. Tegas, singkat, tanpa tanda tanya. Dan catatan saya berhenti beberapa kali karena saya sembari chat dengannya via WhatsApp.

Orang ini sudah membaca beberapa catatan berlabel “Marginal” di blog ini—atau jangan-jangan sudah semuanya?—dan tentu mudah saja baginya untuk mengetahui bahwa ia sedang ditulis oleh saya. Ini jadi cara bermain baru buat saya pribadi, karena secara tidak langsung saya mengurangi kemerdekaan diri saya sendiri dalam menulis; bahwa ada orang lain yang mengetahui layak atau tidaknya catatan ini ditulis.

Faktanya, ia memang pasti tahu bahwa ia sedang ditulis karena entah mengapa saya mempunyai ide konyol: saya foto paragraf di atas dan mengirimkannya kepada si orang baru ini untuk ia baca. Bisa kau tebak reaksinya? “Ngapain lo kakkkk” begitu tulisnya di chat (perhatikan lagi: tanpa tanda tanya; dan kali ini dengan empat huruf “K” dan di dalam chat yang sesungguhnya, terbubuh emoticon ._. di akhir kalimat).

Kami lalu terdiam beberapa saat… Sudah tiga menit berlalu, ia tak menanggapi chat saya yang terakhir.

Empat menit…

Lima… [Apakah ia kini sedang panik…???]

04:37 am. Azan subuh berkumandang. Sepertinya justru saya yang kini panik akibat jawaban yang cukup membingungkan dari orang baru ini—setelah lebih dari lima menit saya menunggu tanggapannya.

“Segimananya aja,” ujarnya. Dan saya bingung kenapa saya bingung.

Saya kira, catatan-catatan selanjutnya memang pantas untuk tidak diprediksi. Itu lebih baik. Kita lihat saja nanti!

This entry was posted in: Marginal
Tagged with: ,

by

A researcher, critic and curator with 5+ years of experience in the field of media, arts and film. A member of Forum Lenteng, an egalitarian and non-profit organization based in Jakarta which focuses on cultural activism.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.