Vaulting the Oceans

Halaman Proyek Bahasa Inggris

VAULTING THE OCEANS: Visiting the Contemporary British Experimental Film and Video adalah sebuah proyek penelitian kuratorial di ranah seni gambar bergerak (moving-image) yang fokus pada film dan video eksperimental kontemporer Inggris

Kurator/Peneliti
Manshur Zikri
Asisten Peneliti
Valencia Winata

Rentang Waktu Proyek
April 2018 – Januari 2019

Organisas Penyelenggara
ARKIPEL, Jakarta, Indonesia
Organisasi Mitra
LUX, London, United Kingdom

Pendukung
New Arts Commission Project, UK/ID 2016-18,
British Council Indonesia

Kata Pengantar

Bermaksud untuk memetakan perkembangan terkini dari praktik dan wacana film dan video eksperimental Inggris dan memahami kaitannya dengan sejumlah praktik seni lainnya di wilayah itu, proyek Vaulting the Oceans juga berbagi pengetahuan tentang perkembangan dari situasi kesenian di Indonesia.

Misi dari proyek ini, antara lain (1) menelaah medan perfilman eksperimental Inggris—sebagai salah satu wilayah tradisi yang membangun sejarah sinema secara umum—melalui studi arsip gambar bergerak yang dikoleksi oleh LUX; (2) memperkenalkan sejumlah karya kontemporer Indonesia dalam rangka membuka peluang yang lebih luas untuk mempromosikan wacana sinema nasional; dan (3) mencapai pertukaran pengetahuan di bidang seni gambar bergerak antara Inggris dan Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, saya mengunjungi London selama dua minggu untuk melakukan studi terhadap arsip film dan video yang dikoleksi oleh LUX; melakukan wawancara dengan seniman dan kurator terkait (jika dibutuhkan); mengunjungi beberapa museum/lembaga seni kontemporer; dan mengumpulkan materi-materi lainnya. Proses penelitian ini berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 13 Juni 2018.

Hasil utama dari proyek ini adalah, pertama, sebuah program kuratorial khusus di ARKIPEL Homo Ludens – 6th Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival, yang menayangkan sejumlah film eksperimental Inggris berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan; penayangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran tertentu tentang medan kesenian di negara tersebut. Kedua, panel diskusi di Jakarta yang mengundang seorang perwakilan dari LUX (atau ahli yang direkomendasikan) untuk membicarakan perkembangan sinema Inggris. Panel diskusi ini menjadi bagian dari penyelenggaraan Forum Festival ARKIPEL 2018. Ketiga, terbitan dwibahasa (Indonesia-Inggris) sebagai sumber terbuka untuk meninjau perkembangan dari proyek ini sendiri.


Tentang Kolaborasi Bersama LUX

“LUX is an international arts agency that supports and promotes artists’ moving image practices and the ideas that surround them. Founded in 2002 as a charity and not-for-profit limited company, the organisation builds on a long lineage of predecessors (The London Film-Makers’ Co-operative, London Video Arts and The Lux Centre) which stretch back to the 1960s.” (Dikutip dari situs web LUX).

Untuk narasi mengenai sejarah berdirinya organisasi LUX, dapat diakses di link ini.

 

Sejak 2014, saya bekerja sebagai kurator di ARKIPEL Jakarta International Documentary dan Experimental Film Festival. Kolaborasi pertama antara festival ARKIPEL dan LUX adalah pada tahun 2015 ketika kami mengundang Direktur LUX, Benjamin Cook, untuk menyajikan program kuratorial khusus di ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival.

Tahun 2017, dalam rangka program pertukaran yang diselenggarakan oleh British Council dan LUX, saya mengunjungi London untuk memberikan presentasi tentang festival ARKIPEL di Experimenta Symposium: Artists’ Film in Asia, sebagai bagian dari BFI London Film Festival. Pada kesempatan itu, saya juga melakukan kunjungan ke kantor LUX dan sedikit mengamati koleksi dan aktivitas hariannya, serta melakukan percakapan dengan Benjamin Cook mengenai rencana kami untuk mengembangkan lebih banyak kolaborasi antara ARKIPEL dan LUX.

Kami menyadari bahwa adalah suatu keharusan bagi kedua organisasi untuk berbagi lebih banyak pengetahuan tentang sejarah dan perkembangan terkini dari wacana sinematik di negara kami masing-masing, karena literatur atau proyek terkait di bidang film yang menyelidiki dan mendiskusikan hubungan antara Indonesia dan Inggris masih terbilang sangat sedikit, baik tentang praktik seniman gambar bergerak dan ide-ide lainnya yang terkait maupun masalah sosial politik yang mengelilinginya.

Berbagi pengetahuan dan koleksi melalui program pertukaran dalam bentuk pemutaran kuratorial dan presentasi khusus melalui festival ARKIPEL adalah cara yang baik untuk menarik lebih banyak perhatian publik dan untuk mendistribusikan materi ke khalayak lokal di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memicu studi lain tentang hubungan wacana sinema antara kedua negara, baik dalam institusi akademik maupun informal.

%d bloggers like this: