Kadang-kadang perempuan juga menggunakan relasi kuasanya mas untuk melakukan kekerasan, meskipun mungkin kekerasan verbal, apalagi dalam sebuah hubungan. Ada toxic feminity yang seringnya malah jarang diakui. Menganggap perempuan enggak bisa melakukan sesuatu yang mengerikan kurasa juga bentuk seksisme tipis-tipis. Tapi, hmmm, mungkin nggak bisa digeneralisasi kali ya pendapatku ini. Hehe. Btw, udah kelar belum gambarnya mas? Aku belum baca Perempuan di Titik Nol tapi kapan hari sempat lihat kutipannya di salah satu toko buku online. Kutipan itu seingatku ngomong gini, “Lebih baik jadi pelacur daripada jadi istri orang karena berada di bawah kuasa laki-laki.” Aku sebel banget sama kutipan itu, sesama perempuan bukannya saling mendukung tapi lagi-lagi malah saling menjatuhkan, mana atas nama kebebasan lagi. Huvt.

Like