masih kurang tiga gambar lagi hari ini

Saya tidak bisa mencatat banyak malam ini karena masih harus mengejar tiga gambar lagi. Gila! Saya baru menyelesaikan dua gambar oil pastel untuk hari ini. Kegiatan menggambar tertunda tadi siang karena saya harus membantu teman-teman Pasirputih membersihkan sebuah tanah lapang di dekat pelabuhan. Tanah itu akan dijadikan sebagai lapangan untuk pertandingan futsal dalam ajang Bangsal Cup U-13 yang menjadi bagian dari Bangsal Menggawe 2019—proyek seni yang sedang kami garap di Kecamatan Pemenang ini.

Menyiapkan lapangan untuk Bangsal Cup U-13, Bangsal Menggawe 2019.

Sibawaihi katanya jatuh sakit; ia ada di Bentek sekarang. Tadi subuh-subuh sekali ia menjemput istrinya yang sedang berada di luar Pemenang, dan sepulang dari menjemput itulah badannya drop. Agenda kami untuk berkunjung ke Badan Arsip Kabupaten pun jadi tertunda pula.

Dhuha dan Imran sudah mendapatkan sejumlah peralatan elektronik—yang mereka istilah modular dan booster siaran—untuk membangun “stasiun TV berugak” mereka. Peralatan itu mereka dapatkan dari Pak Wahid, salah seorang warga di Pemenang yang ketika sebelum gempa Lombok bekerja sebagai penyedia jasa layanan TV kabel. Sementara itu, Maria juga sudah memulai proses pembuatan terompet raksasa—karya sculpture yang ia rencanakan dalam kolaborasinya bersama Mintarja. Tadi siang, sebelum saya ke lapangan di dekat pelabuhan, saya dan beberapa teman membantu Maria mencari, menebang, memotong, dan menggotong empat batang bambu yang kami temukan di kebun warga (di dekat rumah Gozali, Ketua Pasirputih) untuk diantarkan ke rumah Mintarja. Saya tidak tahu apakah jumlah bambu itu cukup atau tidak. Kalau tidak, mungkin besok Maria harus mencari lebih banyak bambu lagi.

Hari ini, Dhuha, Izom, dan Kerom bertindak sebagai koki dapur. Mereka memasak beberok dan menu terong-terongan lainnya. Masakan mereka lebih nikmat daripada masakan Maria dan Harry kemarin. Selain lebih nikmat, sajiannya juga tampak lebih menggugah selera makan. Saya menyantap hasil masakan tiga koki hari ini setelah sholat Jum’at, dan setelah makan santapan dari mereka, saya dan semua pegiat Bangsal Menggawe pun berangkat menuju lapangan untuk membersihkan rumput-rumput.

Dhuha membersihkan sisa-sisa rumput dengan mesin pemotong rumput. Dia cukup menikmati, saya rasa.

Katanya, ketika sepetak tanah yang sedang dijadikan lapangan futsal itu pertama kali ditemukan, rumput-rumputnya setinggi pinggang, juga keras-keras. Hari ini adalah hari pertama saya terlibat membantu membersihkan lapangan tersebut. Kalau mendengar cerita Afifah dan Albert tentang kondisi awal mula tanah lapang tersebut, saya jadi takjub melihat lapangan itu sekarang: benar-benar kosong dan bisa digunakan untuk bermain bola. Jika membandingkannya dengan semak-semak yang ada di pinggir lapangan (yang katanya setinggi semak-semak itulah kondisi awal lapangan tersebut), saya pun tak percaya orang-orang pegiat Bangsal Cup U-13 ini mampu menyulapnya menjadi tanah lapangan yang cukup memadai untuk bermain futsal ala warga.

Kegiatan membersihkan lapangan itu baru selesai ketika azan maghrib berkumandang. Saya segera kembali ke markas Pasirputih dan mandi. Lalu mendengar YouTube beberapa saat, memperhatikan lirik sejumlah lagu band indie yang baru terkenal, lalu mencatat beberapa kesimpulan di kepala, dan kemudian kembali melihat film Pickpocket lagi, untuk digambar.

Baru selesai dua gambar, njiiir!

Oh! Saya masih harus menggambar tiga adegan lagi (jika ingin memenuhi target pribadi: lima gambar satu hari selama satu bulan ke depan, supaya bisa mendapatkan seratus gambar oil pastel untuk dijadikan buku).

Saya harus menggambar sekarang!

 

Pemenang, 8 Februari 2019, pukul 22:07 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: