elementor menyiasati gutenberg

Sibawaihi sedang tidak di Pemenang hari ini, jadi saya terpaksa main comot sana-sini beberapa foto dokumentasi atau meminta dari beberapa orang lain yang sempat mengabadikan sejumlah momen dengan kamera handphone. Foto-foto dokumentasi itu saya butuhkan untuk mempercantik tampilan website Pasirputih.

Jika kemarin seharian saya dibuat kesal oleh Gutenberg Editor, hari ini saya dibuat bergairah oleh Elementor. Ternyata plugin gratisan ini sangat berguna sekali dalam menyiasati keribetan yang dihadirkan oleh Gutenberg Editor. Selain itu, setelah saya ulik-ulik, ternyata Elementor lebih ramah dibandingkan plugin-plugin lain yang juga memiliki fungsi untuk meng-compose halaman situs. Dulu, yang sering saya gunakan adalah WPBakery Page Builder (dahulunya Visual Composer). Tapi, plugin ini, sekarang, jadi tak ada taringnya di hadapan Gutenberg Editor.

Seperti yang saya bilang di catatan sebelumnya, menyunting website ternyata lebih memakan waktu, dan lebih membuat berjalannya hari menjadi seakan-akan tidak terasa. Lebih ajaib daripada menggambar oil pastel. Asli!

Sedikit demi sedikit tampilan wesbite Pasirputih mulai terbentuk. (Anjir, rokok Dji Sam Soe gue banyak banget…!)

Hanya ada saya, Hamdani, dan Joe Datuak di campcraft Pasirputih sekarang ini. Dhuha, Maria, Albert, dan yang lainnya pergi entah ke mana. Saya sudah dilabeli “autis”—maaf jika saya menggunakan kata ini, tapi memang itu yang disebut oleh mereka—karena acuh tak acuh dengan keadaan sekitar dan terlalu asyik masyuk berjibaku di dalam campcraft, di depan laptop. Tapi terkadang, saya bingung juga bagaimana cara menjelaskannya. Mengejar tenggat waktu untuk membuat website yang berisi sangat banyak data ini memang harus membutuhkan waktu, dan saya rasa bahkan 24 jam dalam sehari itu tak akan cukup. Jadi, wajar-wajar saja saya tak melakukan apa-apa selain berkutat dengan layar laptop ini, demi segera menyelesaikan tampilan dan tata aturan redaksional website Pasirputih, dan membuat Sibawaihi dan Gozali girang dengan tampilan website baru mereka.

Secara umum, ada enam agenda utama di rangkaian Bangsal Menggawe 2019. Enam agenda itu, antara lain “tahlilan massal di penghujung kegiatan proyek”, “Bangsal Cip U-13” (yang berlangsung sejak 10 Februari lalu), “Berugaq TV” (yang digarap oleh Dhuha, Imran, dan Wahid), “Terompet” (yang digarap oleh Maria dan Mintarja), “Senam Rudat” (modifikasi tari tradisional rudat menjadi senam, diciptakan oleh Zakaria), “Teater” (kolaborasi antara Ana, Gozali, dan Pingkan). Dalam tampilan baru website Pasirputih ini, saya berusaha menghadirkan semua informasi itu ke dalam satu halaman saja.

Nah, sekarang saya harus lanjut mengerjakan website itu. Saya tidak boleh membuang-buang waktu. Lagipula, Sibawaihi sudah datang dan sekarang dia duduk di sebelah saya.

Pemenang, 14 Februari 2019, pukul 21:44 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: