bertemu daguel

Saya duduk di sebelah Daguel, si komikus yang punya akun Instagram @daguel_komik. Tepatnya, kami berdua duduk bersila di atas tanah berumput. Di depan kami, duduk di atas bangku kayu, adalah Sibawaihi, Oka, Dhoom, Nawawi, dan seseorang yang saya tidak tahu namanya. Di depan mereka, orang-orang duduk melingkari tempat pembakaran sampah, menyimak presentasi Theo Nugraha (seniman bebunyian dari Samarinda) tentang soundscape.

Daguel sedang menggambar tentang tradisi “menakil” di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, sementara Oka mengamatinya.

Saya sudah lama mengikuti akun Instagram @daguel_komik. Saya tahu tentang dia dari teman-teman Pasirputih. Mereka bercerita bahwa ada seorang pemuda (yang sekarang sudah kuliah semester empat di Mataram) di Kecamatan Kayangan yang senang menggambar komik, dan cukup menggemari akun-akun Instagram seperti milik The Broy dan Komikazer. Dia sering bermain ke Pasirputih. Saya perhatikan, karakter garisnya juga baik. Bisa dibilang, saya mengikuti akun @daguel_komik dari awal, dan mengamati perkembangan visual-visual yang ia produksi. Dalam prosesnya, banyak konten yang ia buat itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas program yang diselenggarakan oleh Pasirputih. Saya cukup kagum juga dengan konsistensinya. Dia sangat potensial.

Awalnya, saya menduga bahwa tampang asli si Daguel ini brewokan, dengan badan yang besar, atau kurus kerempeng tapi tinggi. Ternyata, saat saya pertama kali bertemu dengannya hari ini, Daguel adalah sosok yang kecil dan perawakannya masih seperti anak sekolah menengah. Ia sengaja datang hari ini dari Kayangan ke Pemenang karena diminta oleh Oka. Kami, para panitia Bangsal Menggawe, membutuhkan kemampuannya untuk membuat ilustrasi atau komik tentang rangkaian acara Bangsal Menggawe 2019. Rencananya, gambar yang ia buat di kertas A4 itu akan disebarkan ke warga sehingga masyarakat sekitar tahu tentang acara Bangsal Menggawe, serta hari puncak tanggal 2 Maret 2019 nanti (awalnya, hari puncak itu ditetapkan tanggal 3, tapi berubah menjadi tanggal 2 karena berbagai pertimbangan).

Diskusi tentang bunyi-bunyi di Kecamatan Pemenang, yang berangkat dari pengalaman para hadirin diskusi, tengah berlangsung hari ini. Diskusi itu dipimpin oleh Theo sendiri, seniman yang sedang memberikan presentasi tentang bebunyian atau soundscape. Detik ini, Otty sedang mengutarakan pendapat dan berbagi pengalamannya tentang bunyi-bunyi yang ia alamai dan ingat selama dia bersinggungan dengan Kecamatan Pemenang. Dia mengutarakan perbedaan bebunyian yang ia dengar antara situasi Kecamatan Pemenang sebelum gempa Lombok (Agustus 2019) dan setelah gempa. Menurutnya, sebelum gempa terjadi, bebunyian yang terdengar lebih bersifat bunyi-bunyi perkotaan, sedangkan setelah gempa, yang paling mencolok terdengar, menurutnya, adalah suara-suara binatang.

Secara spesifik, Otty berbagi cerita yang ia dengar dari kata orang-orang lokal di Pemenang. Katanya, ketika gempa beruntun itu, orang-orang lebih merasa tenang ketika ada suara anjing melolong setiap malam. Sebab, menurut mereka, itu menandakan anjing-anjing liar itu masih ada di sekitaran kita, dan bahwa gempa tidak akan terjadi. Jika gempa terjadi, suara-suara anjing itu hilang, begitu juga dengan anjing-anjingnya (mereka bersembunyi entah di mana).

Sekarang, Pak Zakaria (Maestro Rudat dari Trengan) yang berpendapat. Baginya, suara jangkrik, katak, dan burung adalah yang paling melekat dan memengaruhi perasayaannya, bahwa suara itu enak sekali didengar. Forum dikembalikan kepada Theo setelah Pak Zakaria, orang terkahir yang berpendapat.

Ngomong-ngomong tentang bunyi, saat ini, di tengah-tengah diskusi, saya juga mendengar bahwa suara Wafda (anak Gozali) dan Lili (anak Imran) yang tak pernah lelah bersenda-gurau adalah suara-suara perifer yang paling dominan menemani diskusi malam ini di depan campcraft Pasirputih.

 

Pemenang, 20 Februari 2019, pukul 21:30 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: