besok saya harus keluar dari tempurung

Senja tadi, saya ditegur Otty karena selama saya menentap di Kecamatan Pemenang, di markas Pasirputih, saya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam campcraft daripada berbaur dengan warga masyarakat. Itu kritik yang sangat telak sekali. Saya akui bahwa sikap saya benar-benar keliru. Oleh karena itu, besok saya berencana akan mulai beraktivitas lebih banyak di luar campcraft, membaur ke orang-orang. Saya sudah seperti kura-kura yang kerjanya mendekam di dalam tempurung, kalau kata Otty dan beberapa kawan.

Saya sudah meminta kesedian Gozali menemaninya besok pagi ke kantor kecamatan, sekalian melakukan survey terkait dengan proyek Sound of Our Earth yang saya rancang—saya akan menceritakan tentang proyek ini lebih jauh di catatan selanjutnya. Untuk sore harinya, saya juga akan menemani Sibawaihi dan Oka menemui tujuh orang ketua remaja (masjid, vihara, dan pura) yang ada di Kecamatan Pemenang. Mensilaq, kalau istilahnya bagi orang Sasak, yaitu mengajak keterlibatan seseorang dalam suatu hajatan atau peristiwa, tetapi ajakan itu bukan dalam kerangka undangan formal, melainkan dengan pendekatan kekeluargaan atau rasa pertemanan. Rencananya, kami akan memberitahukan sekaligus mengajak keterlibatan para remaja di dusun-dusun yang ada di Pemenang untuk ikut berbondong-bondong berdoa bersama di Pelabuhan Bangsal pada taggal 2 Maret 2019, yang menjadi acara puncak Bangsal Menggawe tahun ini, juga meminta kesediaan masing-masing kelompok remaja itu untuk membuat puluhan obor untuk digunakan sebagai penerang di pelabuhan nanti—karena acara berdoa bersama itu akan dilakukan senja hingga malam hari.

Ada tiga agama yang rencananya diajak untuk berdoa bersama dalam satu waktu. Akan tetapi, walaupun diadakan dalam satu momen yang sama dan di tempat yang sama, kegiatan berdoa tersebut dilakukan secara masing-masing sesuai dengan ketentuan atau tata cara menurut kepercayaan dan keyakinan masing-masing pemeluk agama. Menurut pemahaman saya, ajakan untuk berdoa bersama ini agaknya sengaja dilakukan juga dalam rangka untuk mendoakan kesejahteraan Pemenang, dan rasa syukur atas keselamatan yang diberikan Tuhan, juga memanjatkan harapan-harapan yang baik untuk Pemenang, terutama untuk situasi pasca-gempa Lombok.

Setengah jam yang lalu, rapat rutin setiap malam baru saja selesai. Usai makan malam, saya segera mencatat teks ini.

Perbaikan dan pembaharuan tampilan website Pasirputih sudah rampung saya kerjakan, tinggal menerbitkan tulisan-tulisan beberapa anggota Pasirputih—tulisan-tulisan yang merupakan laporan harian tentang aktivitas para panitia dan warga lokal yang terlibat memeriahkan Bangsal Menggawe 2019.

Di sela-sela aktivitas saya menggarap website Pasirputih beberapa hari ini, saya membuat garis-garis di lembaran bekas bungkur rokok.

Karena besok saya akan jalan pagi-pagi bersama Gozali, mungkin sebaiknya mala mini saya tidur lebih awal agar cukup tenanga untuk beraktivitas esok hari. Namun, sebelum tidur, barangkali saya akan membuat garis-garis di atas kertas bekas bungkusan rokok dulu.

 

Pemenang, 21 Februari 2019, pukul 22:23 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: