aktivitas hari ini cukup banyak

Hari ini, ada banyak kegiatan yang saya lakukan. Pertama, pagi-pagi sekali pukul delapan, saya mengikuti teman-teman Pasirputih melakukan latihan senam rudat (yang juga bagian dari proyek teater Ana-Pingkan-Gozali) di Dusun Trengan Tanak Ampar, Desa Pemenang Timur, untuk memberikan kejutan kepada Pak Zakaria, sang Maestro Rudat.

Usai dari Trengan, saya ke rumah Nengah Karuna, pemimpin umat Hindu di Dusun Karang Montong, Desa Pemenang Timur. Di sana, kami pergi ke kebunnya untuk mencari bamboo lantas membuat tiga ratus obor kecil yang akan digunakan nanti sebagai penerang pada malam puncak Bangsal Menggawe 2019. Kami mengerjakan itu mulai dari pukul sembilan hingga menjelang makan siang. Ketika kami mengerjakan itu, Pak Camat datang berkunjung.

(Kiri ke kanan) Pak Nengah Karuna, Gozali, Camat Pemenang, dan Otty sedang berbincang di sela-sela aktivitas kami membuat obor dari bambu.

Ketika kembali ke Pasirputih, saya pulang menaiki kaisar (motor gerobak). Saya menumpang di bak belakangnya, menjaga obor-obor bamboo yang sudah kami buat—yang naik beserta saya kala itu adalah Albert, Oka, dan Gozali, sementara Wirjo (salah satu anak didik di Sanggar Panca Pesona, Trengan) mengendari kaisar tersebut. Kami mengantar bamboo-bambu itu terlebih dahulu ke markas Bale Kebon (tim yang dimintai tolong oleh Pasirputih untuk membuat obor raksasa). Bale Kebon adalah komunitas yang baru saja berdiri beberapa minggu lalu—komunitas ini fokus pada isu lingkungan hidup di Kecamatan Pemenang.

Menu makanan yang dibuat Imran dan Ace. (Foto: Imran)

Dari markas Bale Kebon, saya menaiki motor membonceng Gozali ke Pasirputih. Di markas, saya makan siang menu spesial karya Imran dan Ace, suami-istri anggota Pasirputih yang juga mengelola homestay terkenal di Gili Meno, bernama The This-kon. Saya suka sekali beberok kacang panjang buatan Ace; sayur yang segar dan nikmat, tapi tidak pedas.

Usai makan, sembari menenangkan perut yang kenyang, saya duduk santai di berugaq Pasirputih. Menikmati suara merdu Sibawaihi dan Gozali menyanyikan lagu Pesona Lombok Utara ciptaan Pak Zakaria. Sibawaihi memainkan gitar, Wirjo memainkan perkusi. Berikut rekaman video mereka bernyanyi, yang sudah saya unggah ke YouTube.

Usai bernyanyi-nyanyi di berugaq Pasirputih, saya, Afifah, dan Albert, beserta Wirjo, menemani Maria ke Kecamatan Tanjung untuk membeli botol-botol air mineral di pengepul sampah. Maria masih membutuhkan lima ratus botol lagi untuk menyelesaikan terompet raksasa yang ia garap bersama Mintarja. Setibanya di sana, kami bertemu Ijtihad yang menyusul kemudian.

Maria (baju pink, sebelah kiri) mencoba menawar harga ke pedagang botol bekas (baju putih).

Perjalanan pulang dari kegiatan membeli lima ratus botol bekas air mineral ke Kecamatan Tanjung.

Pulangnya, saya lagi-lagi menaiki kaisar, duduk di atas tumpukan botol-botol itu. Kami pulang dari Tanjung ke Pasirputih dengan mengantar botol-botol it uke rumah Mintarja lebih dahulu.

Dalam perjalanan dari rumah Mintarja ke Pasirputih, saya menaiki motor Ijtihad. Di tengah jalan, saya bertemu Oka dan Yani yang kebetulan sedang mengunjungi rumah Ketua Remaja di Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, yang bernama Herman. Kami ikut mampir ke rumah si Ketua Remaja, mengikuti Oka dan Yani. Saya berbincang cukup lama di dalam rumah taman baca yang dikelola oleh Herman.

Anak-anak di taman baca milik komunitas remaja Karang Subagan sedang mewarnai komik Daguel.

Kedatangan Oka dan Yani ke sana sore itu ialah untuk mensilaq dan menyampaikan surat himbauan untuk membuat obor dan menghadiri kegiatan berdoa bersama di Bangsal Menggawe pada tanggal 2 Maret 2019 pukul enam sore nanti. Menjelang pukul empat, saya, Ijtihad, Oka, dan Yani pun pulang ke Pasirputih.

Setibanya di Pasirputih, saya beristirahat sebentar sebelum akhirnya menemani Wirjo ke SD N 8 Pemenang. Kami berdua ke sana menaiki motor. Wirjo, si penari dari Sanggar Panca Pesona, mendapat tugas piket dari sang Maestro Rudat untuk mengajarkan senam rudat ke siswa-siswi di sekolah tersebut.

Suasana senam rudat di SD N 8 Pemenang.

Karena menyadari ada puluhan anak-anak SD di sekolah tersebut, saya tak menyia-nyiakan peluang itu untuk mengumpulkan banyak video berdurasi tujuh detik. Di Bangsal Menggawe, kami juga berencana membuat video berisi kumpulan senyum-senyum warga Pemenang—kami berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya. Karena saya sudah mengenal salah seorang guru sekolah itu—yang kebetulan menjadi penanggung jawab aktivitas latihan senam rudat sore hari itu—saya bisa meminta kesediaan semua siswa yang hadir pada sesi latihan tersebut. Usai mereka latihan senam yang dipandu oleh Wirjo, saya pun mereka mereka satu per satu. Kejadiannya sangat lucu. Dan yang menggemberiakan adalah, saya membawa pulang 104 rekaman video untuk diberikan kepada Dhuha yang bertugas menyunting video tersebut, untuk diberikan ke petugas Kominfo di Pemenang esok pagi pukul delapan.

Usai mentransfer video-video itu ke laptop Pingkan—yang bertanggung jawab mem-folder-isasi semua video-video yang dikumpulkan oleh tim Bangsal Menggwe sebelum diberikan kepada Dhuha—saya pun memasuki campcraft ini, mencatat peristiwa hari ini.

Usai mencatat ini, saya berencana akan ikut nongkrong ke warung Bu Haji—begitulah kami menyebutnya (warung yang ada di ujung gang yang menuju Pasirputih). Yang saya tahu, adalah anak si Bu Haji, namanya Indri, karena ia-lah yang biasanya melayani kami jika memesan makanan saat nongkrong di warung itu.

Oke! Sekarang saya harus bergegas ke warung itu untuk ikut nongkrong sekaligus rapat rutin malam hari.

 

Pemenang, 24 Februari 2019, pukul 20:51 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: