berugaq tv diluncurkan malam ini

Hari ini, teks untuk pers sudah diterbitkan. Setelah ditinjau oleh Otty dan Sibawaihi (ko-kurator festival), teks itu disebarkan ke berbagai media massa lokal melalui surel oleh tim dari Pasirputih. Lusa adalah hari puncak Bangsal Menggawe 2019 yang bertema “Museum Dongeng”. Sejumlah acara utama pada hari itu, antara lain: senam tari rudat bersama pada pukul tujuh pagi di Pelabuhan Bangsal, lalu pada pukul empat sore akan diadakan pertandingan final turnamen Bangsal Cup U-13. Hari puncak itu nantinya akan ditutup dengan kegiatan doa bersama oleh tiga agama (Islam, Hindu, dan Budha), tetapi tetap menjalankan tata cara berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing pemeluk di tempat yang terpisah; mendoakan Pemenang dan kesejahteraan warga masyarakat yang mendiaminya.

Saya dan Yani melanjutkan pengerjaan kartu parkir tadi siang. Kami berhasil membuat 500 kartu berbahan karton yang diikat menggunakan karet gelang. Usai mengerjakan kartu-kartu parkir itu, saya diminta oleh Oka (Direktur Bangsal Menggawe) untuk merancang teks pres release dan harus disetujui oleh ko-kurator Otty dan Sibawaihi. Teks itu baru selesai pada pukul setengah empat sore.

Saya tidak pergi melihat pertandingan Bangsal Cup hari ini karena menemani Imran untuk mensilaq ke rumah Pak Wahid, salah seorang pengusaha TV kabel di Pemenang. Tujuan mensilaq berkaitan dengan acara yang akan dimulai sekitar lima belas menit lagi, yaitu peluncuran program Berugaq TV, hasil garapan Dhuha dan Imran, untuk dijadikan program reguler yang pengelolaannya akan dipegang oleh Pasirputih dan para relawan yang merupakan warga lokal di kecamatan tersebut. Acara peluncuran itu diadakan di Shift Café, sebuah tempat makan yang ada di sebelah BUMDES, di seberang SD N 7 Pemenang. Sekarang ini, jam di laptop saya menunjukkan angka dua puluh nol dua.

Maria dan Theo menyanyikan dua buah lagu dari The Beatles sebelum acara peluncuran Berugaq TV dibuka.

Peluncuran Berugaq TV (20 Februari 2019) di Kecamatan Pemenang.

Sebenarnya, saya masih punya satu kewajiban yang harus dituntaskan, yaitu membuat kaki untuk marka-marka yang sudah kami buat dua hari lalu. Kaki untuk marka-marka itu, rencananya, akan dibuat dari tanah dan batu yang diletakkan di dalam polybag sehingga batang bambu menjadi batan marka itu dapat berdiri lurus, tetapi mudah untuk dipindahposisikan di lapangan nanti. Ada sepuluh polybag yang harus kami isi dengan tanah untuk dijadikan kaki sepuluh marka. Tapi, saya dan Yani merasa bahwa pengerjaan kaki marka-marka itu cukup sederhana dan gampang, karenanya kami menundanya untuk dikerjakan nanti setelah rapat rutin malam hari. Lagipula, sebentar lagi acara peluncuran Berugaq TV akan dimulai sehingga penundaan pengerjaan kaki marka, menurut kami, adalah alasan yang tepat. Kami pun masih punya satu hari (besok) untuk menyelesaikan kaki-kaki marka tersebut. Rencananya, kami akan memasang marka-marka itu bersamaan dengan pemasangan obor-obor yang pengerjaannya dikoordinir oleh Albert.

Suasana menonton TV di acara peluncuran Berugaq TV (28 Februari 2019).

Saya juga mulai merasakan tanda-tanda sariawan dan perih di pangkal lidah. Artinya, si radang kampet memuakkan itu sebentar lagi akan menghampiri saya. Saya seakan merasa sudah menjadi orang terkutuk karena harus menghadapi penyakit ini lebih dari sekali, setiap bulan. Sial! Tapi, orang-orang pasti akan selalu menyalahkan pola hidup saya—dan memang terkutuklah saya yang tidak bisa menjalani hidup dengan pola yang sehat. Hadeeeuuu…

 

Pemenang, 28 Februari 2019, pukul 20:09 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: