hari terakhir sebelum hari puncak

Sekarang, kami—para panitia Bangsal Menggawe—duduk bersama di Taman Sari, sebuah penginapan yang menjadi langganan Otty setiap kali ia ke Lombok. Sebentar lagi, rapat rutin malam hari, yang terakhir kali sebelum hari puncak esok, akan dilakukan. Kami sedang menunggu Otty, Gozali, Ana, dan Pingkan, serta Sibawaihi menyelesaikan meeting tertutup mengenai proyek teater Isin Angsat.

Pukul tujuh malam lebih empat puluh tiga menit. Di meja ini, duduk di depan saya adalah Dhuha dan Imran, sementara di sebelah kiri saya adalah Ilham (pegiat Bale Kebon, juga anggota Pasirputih) dan Alya (anggota Pasirputih), dan di sebelah kanan saya adalah Theo dan beberapa orang lainnya.

Tadi pagi, pukul sembilan, saya terlibat sebagai salah satu aktor dalam salah satu nomor teater proyek Teater Isin Angsat. teater kali itu merupakan situasi persidangan, naskahnya tentang Sibawaihi yang didakwa telah mencuri burung milih Herman Zohdi. Gozali dan Ana mendapat peran sebagai Jaksa Penuntut Umum sementara Pingkan mendapat peran sebagai Hakim. Kakak saya, Afifah, mendapat peran sebagai saksi. Oka (Direktur Bangsal Menggawe) mendapat peran sebagai Kuasa Hukum Terdakwa. Saya mendapat peran sebagai Panitera (atau yang juga bertugas sebagai notulen persidangan). Jadi, sebenarnya, peran saya gampang sekali: hanya mengetik benar-benar setiap perkataan yang dinyatakan oleh aktor-aktor yang lain.

Diadakan di GOR Bulu Tangkis Pemenang (di depan markas Pasirputih), teater yang diberi judul “Persidangan Isin Angsat” itu adalah bagian dari proyek teater Isin Angsat yang mencoba bereksperimentasi tentang gagasan keaktoran, juga tentang kepenontonan dan panggung. Dalam proyek mereka, penonton dilibatkan sebagai juga aktor dalam bentuk yang berbeda dari gagasan teater rakyat.

Usai melakukan aksi teater tersebut, kami duduk bersama di berugaq Pasirputih, mendiskusikan sekaligus merefleksikan baik naskah maupun pengalaman-pengalaman riil tentang persidangan ataupun yang kami ketahui di media massa. Otty dan tim proyek teater Isin Angsat (Gozali, Ana, dan Pingkan) juga sempat membahas ide besar dari proyek teater tersebut.

Kegiatan teater itu, dan diskusi tentangnya, baru berakhir beberapa menit sebelum sholat Jum’at.

Saya pergi berjalan kaki menuju masjid yang paling dekat dari SD N 7 Pemenang (yang berarti juga paling dekat dengan markas Pasirputih) dengan berjalan kaki. Begitu pula ketika pulang ke markas Pasirputih. Di tengah perjalanan pulang, saya melihat Albert dan Ilham nongkrong di depan Café Shift, sebuah tempat yang paling sering menjadi langganan Pasirputih belakangan ini setiap kali mereka mengadakan acara kecil-kecilan—termasuk salah satunya adalah acara peluncuran Berugaq TV kemarin. Ketika melihat Albert dan Ilham, saya pun memutuskan untuk ikut nongkrong bersama mereka. Ternyata, tak lama saya nimbrung, orang-orang yang ada di café itu (umumnya kawan-kawan dari Bale Kebon) mengajakn saya ikut ke sebuah rumah (salah satu anggota Bale Kebon). Ternyata, di sana ada hajatan “memberi nama anak yang baru lahir”. Konon, adalah anak laki-laki kedua dari si pemilik rumah yang merupakan anggota Bale Kebon tersebut.

Beruntunglah saya hari itu, karena acara hajatan yang kebetulan saya hadiri tersebut menghidangkan menu makan siang yang melimpah lagi lezat: ikan gurami, gulai ayam kampung, teri-kacang goreng balado, liklik (daun kelor disirami kelapa), telur rebus, dan dilengkapi buah-buahan seperti jeruk dan salak. Saya menyayangkan Dhuha menolak ajakan saya untuk ikut sholat Jum’at siang ini, karena dia melewatkan hidangan mewah tersebut dan justru harus mengeluarkan uang untuk makan siang di warung Bu Haji (warung yang ada di ujung gang yang menuju markas Pasirputih).

Tuan Guru Amir memanjatkan doa untuk si anak yang akan diberi nama.

Rajib (rambut keriting) sedang menyantap makanan di acara hajatan pemberian nama anak si Husnul (1 Maret 2019).

Bagi saya, menu makanan ini sangatlah mewah.

Usai menyantap menu makan siang yang sungguh nikmat di rumah Husnul (anggota Bale Kebon yang punya hajat), saya kembali ke markas Pasirputih dengan menghabiskan sebatang rokok terlebih dahulu di Café Shift. Di markas Pasirputih siang tadi, saya membantu Yani, Dhoom, dan Ijtihad menyelesaikan kaki marka yang sudah kami buat tiga hari terakhir ini.

Di markas Pasirputih, Ijtihad (kiri), Dhoom (tengah), dan Yani (kanan) sedang membuat kaki penegak marka (1 Maret 2019).

Selesai dari urusan marka itu, beberapa orang di Pasirputih berusaha membuat saluran pipa paralon yang akan digunakan untuk saluran air wudhu pada hari puncak esok. Saya, awalnya, berniat ingin membantu, tetapi ketika saya berbaring di ruangan kelas Mendea, saya tertidur. Dan tidur siang hari ini benar-benar memuakkan karena tidak ada orang yang membangunkan saya hingga maghrib. Karenanya, saya melewatkan pertandingan semi final Bangsal Cup. Ck!

Tidak lama setelah saya bangun, ba’da maghrib, saya membaca pesan di WhatsApp bahwa semua anggota panitia Bangsal Cup diminta untuk ke Taman Sari karena di sana Otty dan Sibawaihi (ko-kurator Bangsal Menggawe 2019) sudah menunggu kami.

Dan di sinilah saya sekarang, duduk di antara keramaian, bersia-siap untuk mengikuti rapat rutin malam yang terakhir kali sebelum hari puncak. Rapat belum juga dimulai—sekarang sudah pukul delapan malam lebih empat menit—dan beruntung saya masih punya waktu untuk membuat catatan sepanjang tujuh ratus empat puluh dua kata ini.

 

Pemenang, 1 Maret 2019, pukul 20:04 WITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: