Glimpses of Anything
Comment 1

Kamus

Tulisan berikut ini adalah teks yang saya buat dalam rangka kegiatan kelas “Roman Picisan” tanggal 26 Maret 2019. Kelas “Roman Picisan” adalah kegiatan reguler yang diselenggarakan di Forum Lenteng, difasilitasi oleh Otty Widasari.

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat, yang ada di atas meja di depan saya sekarang adalah buku yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2012. Buku tersebut memiliki 1704 halaman, bersampul cokelat. Ada cap Forum Lenteng di halaman judulnya. Selama ini, buku itu terletak di rak di dekat pintu, tidak disentuh orang-orag. Sampulnya berdebu. Saya mengambilnya dari sudut rak itu.

Kamus ini sebelumnya berada di rak tersebut untuk dipajang. Di Forum Lenteng, orang-orang bekerja untuk membuat tulisan. Mungkin, kamis ini berguna untuk membantu mereka membuat tulisan. Tapi, saya tida pernah melihat ada anggota Forum Lenteng yang menggunakannya. Jadi, kesimpulan saya, kamus ini ada di sini, selain untuk dipajang, adalah untuk menjadi topik cerita saya.

Sekarang, sudah ada situs KBBI Daring. Koleksi kata-kata di dalam kamus daring itu terbit tahun 2016. Mungkin para penulis akan lebih memilih fasilitas itu daripada membaca kamus berbentuk buku. Kalaupun masih memilih buku kamus, sekarang juga sudah ada buku KBBI yang terbit lebih baru. Artinya, kamus di depan saya bisa dibilang sudah using. Akakah ia tetap digunakan oleh orang-orang di kantor ini? Saya pribadi lebih suka menggunakan internet untuk mencari kata-kata baku. Jadi, paling-paling, kamus ini akan kembali diletakkan di rak tersebut, untuk dipajang lagi, hingga sampulnya berdebu.

Tapi, setelah dilihat-lihat, kamus ini mengandung sejumlah halaman yang berisi informasi tentang kata-kata serapan asing; juga ada informasi soal lema-lema yang tidak ada di daftar kamus KBBI 2008. Di KBBI Daring, tentu, koleksi kata-katanya lebih lengkap, tapi tidak ada informasi apakah sebuah kata yang kita cari termasuk sebagai lema lama atau lema baru pada versi setelah tahun 2008. Kebetulan, saya sedang mengerjakan proyek buku selama dua minggu ke depan. Informasi soal kata-kata serapan asing dan lema-lema itu lumayan penting. Kalau begitu, saya angkut saja buku ini ke sebelah laptop saya nanti, untuk saya gunakan.


Lalu, di bagian yang ini, adalah versi setelah teks tersebut diubah beberapa katanya, sebagai bagian dari simulasi yang dilakukan di dalam kelas “Roman Picisan” (26 Maret 2016).

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat, yang menempel di atas akrilik di depan Walay sekarang adalah kitab yang diproduksi oleh Pusat Bahasa. Kitab tersebut berisi 1704 lembar kartas, berkulit cokelat. Tertera nama kantor saya di lembar mukanya. Selama ini, kitab itu berdiri di batu di dekat ventilasi, tidak dimakan kutu-kutu. Kulitnya berjamur. Saya mengambilnya dari bawah ventilasi itu.

Kitab ini sebelumnya berdiri di batu tersebut untuk dipuja. Di kantor saya, orang-orang hidup untuk mencipta wacana. Mungkin kitab ini bertujuan untuk memengaruhi mereka mencipta wacana. Tapi, saya tidak pernah melihat orang-orang mendekatinya. Jadi, kesimpulan saya, kitab ini hinggap di sini, selain untuk dipuja, adalah untuk menginspirasi topik cerita saya.

Sekarang, sudah ada situs KBBI Daring. Koleksi kata-kata di dalam kamus daring itu terbit tahun 2016. Mungkin para penulis akan lebih memilih fasilitas itu daripada mencerna kitab berukuran batako. Kalaupun masih memilih kitab kamus, sekarang juga sudah ada kitab KBBI yang berusia lebih baru. Artinya, kitab di depan saya, bisa dibilang, sudah tua. Akankah ia tetap dijauhi oleh kutu-kutu di rumah ini? Saya pribadi lebih suka menggunakan internet untuk mencari kata-kata baku. Jadi, paling-paling, kitab ini akan kembali berdiam di batu tersebut, untuk dipuja lagi, hingga kulitnya melepuh.

Tapi, setelah dilihat-lihat, kitab ini menyimpan sejumlah lembaran yang berisi peta tentang aksara-aksara kuno. Juga ada peta soal sandi-sandi yang tidak ada di daftar kamus KBBI 2008. Di KBBI Daring, tentu, koleksi kata-katanya lebih lengkap, tapi tidak ada informasi apakah sebuah kata yang kita cari termasuk sebagai lema lama atau lema baru pada versi setelah tahun 2008. Kebetulan, saya sedang mengerjakan proyek buku selama dua minggu ke depan. Peta soal aksara-aksara kuno dan sandi-sandi itu lumayan penting. Kalau begitu, saya baringkan saja kitab ini ke sebelah tas saya nanti, untuk saya sembah.

1 Comment

  1. Pingback: intensitas untuk membingkai | manshur zikri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.