menyunting, diskusi, rapat

Sekarang, pukul enam sore lebih empat puluh tujuh menit, saya sedang bersiap-siap untuk rapat program AKUMASSA bersama Otty, Maria, dan Dhuha. Oh, iya! Kabar terbaru, Maria akan lebih aktif sebagai salah satu pegiat program AKUMASSA di Forum Lenteng.


Hari ini saya awali dengan meninjau kembali esai saya tentang @masdalu yang sudah termuat di website-nya. Ijul kebetulan semalam menginap di Forum Lenteng (di markas ini, ada banyak yang menginap: Yuki, Dhuha, Panji, Maria, Theo, Ule, kadang-kadang Andra juga, Dini sesekali… dll.). Ijul baru bangun tadi pagi sekitar dua jam setelah saya duduk di depan laptop, di tengah-tengah saya mulai menggarap draf terbaru dari tulisan Afifah untuk buku Aksara Tani. Ijul baru berangkat ke kampus UI sekitar pukul setengah dua, sedangkan saya beranjak dari laptop hanya pada saat sarapan saja (menikmati bakwan malan yang kebetulan lewat di depan markas, tetapi Ijul tak mau ikut menyantapnya).

Menjelang sore, pukul tiga, Forum Lenteng dikunjungi oleh dua orang seniman dari Bandung. Salah satunya bernama Fajar, yang sudah saya kenal sejak dua tahun lalu. Saya pertama kali mengenalnya ketika saya menggelar lokakarya AKUMASSA di Jatiwangi pada tahun 2015. Saya bertemu dia lagi setelah itu pada waktu kami diundang di acara festival yang sama di Gwangju, Korea. Sejak itu saya bertemu dia beberapa kali, seperti di Ruang Gerilya, Bandung, ketika saya sedang melakukan riset tentang perkembangan seni media di Indonesia.

Fajar datang ke Jakarta hari ini karena ia mengunjungi adiknya yang tinggal di Depok. Sebenarnya, Fajar warga Depok, tetapi dia sudah lama bekerja sebagai seniman di Bandung. Kedatangannya ke Forum Lenteng hari ini sekadar untuk bersilaturahmi, bertemu saya, Otty, Hafiz, dan Andang.

Saya, Dhuha, dan Fajar beserta seorang temannya yang bernama—kalau saya tak salah ingat: Sabi—tentang skena seni di Bandung kontemporer hingga pukul lima lewat. Mungkin hampir pukul enam sore, waktu itu.

Otty sedang membuat sketsa potret Bodas.

Nah, setelah itulah saya diajak oleh Otty untuk rapat AKUMASSA bersama Maria dan Dhuha. Sekarang, rapat sudah usai. Otty masih duduk di tempatnya yang tadi, menggambar-gambar di buku catatan harian. Anaknya, Bodas, datang menghampiri. Lalu Otty meminta Bodas untuk tidak bergerak agar bisa ia gambar. Bodas pun diam dengan pose yang jenaka, menuruti ambunya yang kemudian menggambar potretnya.

Belum pukul sepuluh malam, mata saya sudah mengantuk. Baca Kantapura-nya Raja Rao dulu aja, apa…?

 

Jakarta, 4 April 2019, pukul 21:47 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: