seni mendominasi hari ini

Sedari awal, saya memang sudah berniat ingin kembali ke dasar, yaitu membuat nirmana, untuk merespon tugas seni performans yang diberikan oleh Otty pada kelas seni performans yang kami lakukan tadi pagi. Tapi, jujur, saya juga mengambil inspirasi dari beberapa film eksperimental yang pernah dikurasi oleh Yuki Aditya untuk partisipan Milisifilem. Dan saya juga menyertakan unsur hitung-hitungan matematis di sana, dan cukup berhasil memicu Otty untuk menilainya sebagai karya yang berbasis pendekatan senirupa.

Kelas seni performans hari ini tidak dipandu oleh Hafiz karena ia sedang pergi ke Milan, Italia. Otty, istrinya, menggantikan kelas itu. Bagi saya pribadi, Otty adalah salah satu contoh seniman yang darinya kami bisa banyak belajar. Jika meninjau karya-karya seni performans yang dibuat Otty, hampir semuanya berkaitan dengan persoalan media, tetapi memenuhi disiplin basis-basis atau prinsip-prinsip senirupa dasar: titik, garis, dan bidang.

Suasana diskusi pada acara artist talk pameran tunggal Dhanurendra Pandji di Forum Lenteng, tanggal 13 April 2019.

Usai kelas seni performans, badan saya terasa begitu lelah sehingga tak bisa menyentuh draf buku Afifah untuk dilanjutkan penyuntingannya. Maka, saya pun tidur pada pukul tiga sore dan baru terbangun pada pukul setengah tujuh—Ijul yang membangunkan saya, karena pada pukul setengah delapan, di Forum Lenteng akan diadakan acara diskusi (artist talk) yang menjadi bagian dari acara pameran tunggal Panji yang berjudul Remembrance of Things Past. Acara diskusi itu baru selesai pada pukul sepuluh malam.

Detik ini, sudah lebih dua puluh empat menit. Beberapa orang sedang bersenang-senang sembari mendengarkan lagu di ruang tengah Forum Lenteng, sedangkan saya dan Dhuha kembali menghadapi laptop. Dhuha sedang membaca sebuah literatur tentang semiotika.

Ijul sedang menyimak diskusi tentang pameran tunggal Panji.

Sejak kemarin, saya gemas sekali dengan Ijul. Entah mengapa. Tapi mungkin, alasannya sederhana—kalau harus ada alasannya: kangen (meskipun kami bertemu hampir setiap hari).

 

Jakarta, 13 April 2019, pukul 22:25 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: