kencan dengan ijul

Tadi siang, pukul satu, selesai juga saya membaca novel Kantapura karya Raja Rao itu. Novel yang terjemahannya diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia tahun 2016 itu selesai saya baca ketika saya boker. Alur novelnya memuncak, dari gambaran wilayah pegunungan yang mengelilingi kampung Kantapura, hingga protes besar-besaran yang dilakukan para pengikut Gandhi terhadap penjajah. Semua cerita itu disampaikan dari sudut pandang “aku” perempuan.

Ijul sedang melintasi jalan gang di sebelah kosannya.

Tak lama setelah saya menamatkan novel itu, Ijul juga baru usai menonton sekuel The Godfather di laptopnya. Kami kemudian pergi kencan pada pukul setengah tiga. Seperti biasa, lokasi kencan kami adalah kota Depok. Saya dan Ijul menyempatkan diri dulu makan siang di Warung Sederhana. Seperti biasanya ketika saya berkunjung ke sana, Warung Sobat yang ada di depan Warung Sederhana tutup. Saya tak tahu kapan pemilik warung itu akan membuka warungnya.

Malam hari, di area parkir D-Mall, sembari merokok, saya cerita kepada Ijul tentang mantan-mantan saya. Lah…!

Saya merekam beberapa bunyi sembari kencan seharian tadi. Sekarang, pukul sepuluh lebih dua puluh satu menit. Saya mengurus website pribadi sementara Ijul membaca artikel jurnal yang [mungkin] berkaitan dengan mata kuliahnya esok.

 

Depok, 14 April 2019, pukul 22.22 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: