mulai membaca lubang dari separuh langit

Kami membahas empat artikel yang ditulis oleh Otty—tiga di antaranya belum diterbitkan. Artikel-artikel tersebut membahas persoalan senirupa, terutama pemetaan atas perkembangannya di era generasi performatif ini, yaitu era ketika teknologi informasi dan komunikasi (atau media) menjadi faktor performativitas paling dominan. Kegiatan membaca artikel itu, yang kemudian ditanggapi oleh setiap orang, adalah bagian dari pertemuan mingguan kelas seni performans setiap hari Senin.

Pagi hari, sebelum mengikuti kelas itu, saya menemani Ijul pergi ke kampusnya, FISIP UI. Setelah Ijul masuk ke dalam kelasnya, saya nongkrong di kantin kampus itu, dan bertemu salah seorang dosen Antropologi, Dave Lumenta. Kami berbincang tentang kepasifan mahasiswa di FISIP tentang perubahan-perubahan nyata yang terjadi di kampus mereka. Hari ini, saya melihat ada gedung baru di kampus itu. Gedung baru itu diberi nama Mochtar Riady, pendiri Lippo Group. Topik tentang mahasiswa yang apolitis tersebut juga berkembang ke isu tentang akan diadakannya “Hari Seni Rupa” oleh BEM.

Lubang Dari Separuh Langit karya Afrizal Malna tahun 2017.

Usai mengikuti kelas seni performans di Forum Lenteng, kira-kira pukul tiga sore, saya berbaring di lantai dua markas organisasi tersebut, membaca buku Afrizal Malna yang berjudul Lubang Dari Separuh Langit (Octopus Publishing, 2017). Buku itu punya Andra, dipinjam oleh Ijul, dan dari Ijul saya meminjam buku itu. Karena kemarin saya berhasil menamatkan membaca buku Raja Rao yang berjudul Kantapura itu, saya jadi terpompa untuk membaca buku lainnya—stok buku sastra yang ada di dekat saya. Saya ingin membacanya sesegera mungkin, seakan sedang dikejar-kejar oleh tenggat waktu yang saya tak tahu apa bentuk ketenggatannya. Padahal, masih ada empat tugas yang semestinya harus saya selesaikan: buku Afifah, esai-esai tentang @masdalu, “buku seni” Milisifilem, dan menyeleksi filem-filem yang masuk ke sesi kompetisi internasional festival yang akan diadakan bulan Agustus nanti. Tapi, rasanya seperti tak bertanggung jawab jika lagi-lagi menganggurkan buku-buku itu.

Hari ini, untungnya saya sempat merekam tiga bebunyian. Dua di antaranya membuat saya lumayan puas karena peristiwa agak berbeda dengan aktivitas saya sehari-hari. Kebetulan, hari ini saya melihat peristiwa beberapa orang mengangkut barang ke atas truk. Yang satu, pengangkatan genteng, yang satunya lagi pengangkatan barang-barang bekas mesin fotokopi.

Janji pertemuan dengan Dalu Kusma terpaksa saya batalkan malam ini karena hari Senin adalah hari Senin Sinema Dunia di Forum Lenteng. Acara menonton bersama itu baru selesai lima belas menit yang lalu. Saya mengatur ulang janji pertemuan itu. Dalu tampaknya setuju dengan usul saya bahwa kami akan bertemu hari Rabu nanti, meskipun dia masih membalas pesan WhatsApp saya dengan kalimat: “Nanti gue kabari.”

Baru bagian pengantar saja yang berhasil saya baca, saya lantas terlelap, membiarkan buku Afrizal Malna tergeletak tertutup di dekat kepala saya. Saya baru terbangun pukul tujuh malam ketika Ijul membangunkan saya karena kegiatan menonton bersama di Senin Sinema Dunia dimulai.

Jadi, saya berpikir bahwa besok saya akan melanjutkan penyuntingan buku Afifah itu seharian, memilih siang dan sore hari untuk merekam dua hingga tiga bebunyian, sebelum malam hari ketika kelas “Roman Picisan” dimulai. Rencananya, Otty yang tetap menjadi fasilitator kelas “Roman Picisan” tersebut akan memberi materi tentang filem The Godfather.

Sekarang, saya harus mengunggah semua materi yang saya dapat hari ini: catatan ini, dan tiga rekaman bebunyian untuk proyek Bunyi.

 

Jakarta, 15 April 2019, pukul 22:07 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: