menonton bunyi yang lain

Dua menit sebelum berbuka puasa. Saya baru saja selesai menonton sebuah film dari folder yang berisi film-film yang harus saya seleksi. Sebentar lagi, mungkin setelah kegiatan berbuka puasa, saya dan beberapa kawan akan pergi ke Goethe-Institut Jakarta untuk melihat sebuah acara pertunjukan sound. Katanya, seorang seniman, Togar (Julian Abraham) akan menampilkan pertunjukan dari karya terbarunya.

Semenit lagi… bukan puasa…

Yak! Buka!


Pukul sebelas malam kurang lima menit. Saya baru saja pulang dari Goethe-Institut Jakarta. Yang ke sana, antara lain: saya, Dhuha, Robby, Pandji, Theo, Maria, Asti, Mika, dan Andra. Kami menonton pertunjukan bunyi dari Julian Abraham yang berkolaborasi Nissal Nurafryanshah a.k.a. Lindung.

Togar memainkan bunyi-bunyian dengan objek-objek kinetis—yang hampir kesemuanya merupakan karya-karya instalasinya terdahulu, sedangkan Lindung (sebagai kolaboratornya) merespon pertunjukan itu dengan melakukan video DJing.

Menurut saya, pertunjukkan mereka cukup memuaskan. Terutama pada bagian kedua ketika Togar meletakkan semacam alat berkabel yang bisa bergerak sendiri (mungkin semacam perangkat yang menggunakan dinamo…?) ke atas drum yang ia mainkan, menghasilkan bunyi berisik yang konstan. Lalu, ia merespon bunyi itu dengan permainan drum-nya sementara ada instalasi lampu-lampu yang bisa dikontrol menghasilkan visualisasi garis-garis dan bunyi-bunyi elektronis. Kesemua konstruksi bunyi-bunyi yang memadukan teknologi kinetis dan elektronis itu direspon oleh Lindung lewat visual yang mengilustrasikan tekstur bunyi-bunyi tersebut, salah satunya mendramatisir representasi dari gerak tubuh Togar yang terproyeksikan ke atas layar.

Saya mengenal Togar dan Lindung sejak beberapa tahun yang lalu karena kami pernah terlibat dalam satu proyek yang sama. Togar, misalnya, adalah salah satu seniman yang diundang oleh Forum Lenteng untuk berpameran di Pekan Seni Media yang diadakan tahun 2016. Lindung, sering ke Forum Lenteng karena urusan-urusan kerja seni kolabroratif, terutama bersama Andang (Sekretaris Jenderal Forum Lenteng). Lindung juga sering menjadi tenaga dokumentasi foto untuk kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Forum Lenteng.

Pertunjukan yang menjadi bagian dari acara “Alur Bunyi” yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut Jakarta tersebut pernah diadakan juga tahun lalu. Saya sempat melihat salah satu pertunjukannya. Tahun lalu, pertunjukan yang saya lihat agak mengecewakan. Yang ditampilkan tidak ada bendanya dengan konser musik. Nah, pertunjukan mala mini mengobati kekecewaan saya tahun lalu. Penampilan Togar dan Lindung, menurut saya, berhasil menghadirkan ide “eksperimental” ke atas pertunjukan “Alur Bunyi”. Selain itu, performans mereka lumayan menyegarkan juga.

 

Jakarta, 8 Mei 2019, pukul 23:06 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: