usai mengunggah esai

Saya baru saja mengunggah esai yang ceritakan kemarin. Ternyata, saking banyaknya contoh-contoh yang ingin saya sertakan ke dalam halaman tulisan di blog ini, proses pengunggahan itu memakan waktu semalaman hingga seharian. Tapi, secara umum, saya puas dengan usaha saya sendiri dalam memuat esai itu. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang ingin membacanya.

Tapi, tentu saja, ini artinya saya masih punya PR yang belum selesai: esai keempat @masdalu. PR lainnya: lanjut menonton film-film yang harus diseleksi untuk festival kami.

Dhuha dan Walay sedang mendiskusikan rencana presentasi karya seni performans untuk hari Kamis, 23 Mei 2019, di GoetheHaus, Jakarta.

Dhuha dan Walay sedang berdiskusi tentang persoalan teknis terkait penampilan seni performans kami lusa nanti. Dhuha ternyata sudah memastikan rancangan karyanya—dan dari apa yang saya dengar, Hafiz (kurator acara itu) sudah menyetujui rancangan kami semua.

Beberapa menit yang lalu, Dhuha juga berkonsultasi dengan saya terkait isi makalah yang akan ia presentasikan di Korea pada bulan Juli nanti, tentang Gotot Prakosa, salah seorang sutradara nasional yang dianggap sebagai salah satu pelopor film eksperimental di Indonesia. Saya memberikan saran padanya untuk mencoba melakukan analisa komparatif, antara praktik Gotot dan praktik produksi film yang Dhuha giati belakangan ini. Sebab, salah satu film yang dibuat Dhuha bersama Maria dan Luthfan, berjudul Into The Dark (2018), menurut saya, adalah film yang penting untuk membaca perkembangan film eksperimental di Indonesia.

Nah, sekarang, pukul sembilan malam lebih empat puluh delapan menit, ketika sebuah lagu dari Daft Punk baru saja berakhir dari pemutar music di komputer Dhuha, saya baru ingat bahwa saya belum melengkapi formulir untuk mendaftar kursus bahasa Inggris persiapan tes IELTS.

Besok, kami semua (para partisipan 69 Performance Club) akan pergi ke GoetheHaus untuk me-loading barang-barang untuk pertunjukan kami, sekaligus untuk melakukan latihan agar penampilan kami hari Kami bisa maksimal.

Oh, iya! Saya juga belum merekam bunyi hari ini…

 

Jakarta, 21 Mei 2019, pukul 21:50 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: