nongkrong di sipirock

Pukul sepuluh malam lebih sembilan menit. Sekarang saya berada di Sipirock Cafe bersama Maria, Dhuha, Asti, dan Otty. Kami sedang berdiskusi terkait rencana karya Maria. Ia sedang mau meminta pendapat soal ide-ide karyanya. Selain itu, dia juga meminta pendapat tentang karir masa depannya: apakah harus mengikuti kemauan orang tuanya untuk menjadi PNS atau tetap melanjutkan bidang yang merupakan minatnya: seni.

Sewaktu saya menulis kalimat ini, Maria sedang berbicara dengan begitu semangat, menjawab pertanyaan-pertanyaan Otty. Otty, yang selalu menjadi guru dan mentor kami di komunitas tempat kami beraktivitas, selalu punya pandangan-pandangan visioner dan cemerlang. Lebih dari itu, Otty sering juga menghadapkan kami ke realita hidup yang sebenarnya.

Misalnya: bagaimana kita bisa bertahan hidup, meskipun miskin, tanpa bergantung dengan orang lain tapi tetap bisa menjalankan apa yang kita senangi.

Saya mengetik ini di smartphone. Beberapa detik yang lalu, Otty menegur saya karena main handphone saat orang sedang berdiskusi. Saya bernegosiasi sedikit, bahwa saya sedang membuat catatan harian.

Oke! Sekarang saya harus menghentikan catatan ini dan ikut serta ke dalam diskusi untuk Maria ini.

 

Jakarta, 30 Mei 2019, 23:31 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: