kesalahan pr hari ini

Kegiatan kelas seni performans di Forum Lenteng pagi hari ini dilakukan tanpa kehadiran Hafiz dan Otty (dua fasilitator kami) karena mereka harus menghadiri acara di sekolah anak mereka. Tapi, Hafiz sudah menitipkan konten subjek yang akan kami pelajari pada pertemuan hari ini kepada Pingkan (yang diminta Hafiz untuk menggantikan dirinya, memimpin pertemuan mingguan 69 Performance Club). Hari ini, kami juga kedatangan tamu, seorang seniman yang dahulunya tinggal di Bali dan baru satu tahun terakhir ini aktif di Jakarta. Kyla Callista, namanya. Konon, dia pernah belajar tentang seni performans bersama salah satu seniman performans penting di Indonesia, Iwan Wijono.

Dhanurendra Pandji, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Kyla Callista, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Taufiqurrahman, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Materi hari ini adalah eksplorasi objek. Beberapa benda kami kumpulkan, lalu masing-masing orang diminta melakukan respon dan eksplorasi terhadap benda-benda itu menjadi karya seni performans. Saya memilih benda berupa tiang gantungan jaket, tali perban, dan dua besi tipis. Saya berusaha bermain garis dan tindakan menjatuhkan tiang.

Manshur Zikri, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Robby Octavian, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Syahrullah, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Pingkan Polla, 2019, Untitled. (Foto: 69 Performance Club)

Kegiatan kami mengalami jeda pada jam makan siang. Hafiz dan Otty sudah pulang dari sekolah Bodas, anak mereka. Usai makan siang, kegiatan kelas 69 Performance Club dilanjutkan lagi, kali ini dipimpin oleh Hafiz dan Otty. Materi kami pada sesi kedua tersebut adalah meninjau PR masing-masing partisipan. PR-nya adalah: video dokumentasi karya seni performans.

Tugas saya didiskualifikasi oleh Hafiz karena yang saya buat bukanlah karya seni performans yang didokumentasikan, melainkan lebih tepat sebagai “video performance” (bidang yang berbeda, dan lebih spesifik). Partisipan lain yang mengalami hal yang sama dengan saya adalah Robby. Dari semua PR yang kami tonton dan diskusikan bersama, hanya karya Pingkan yang paling baik dan dianggap tuntas karena Pingkan memang membuat karya seni performans. Karyanya itu didokumentasikan menggunakan video, dan kami semua dapat menontonnya. Tidak ada intensi untuk menjadi karya “video performance” sama sekali pada kasus Pingkan.

Suasana diskusi ketika membahas PR video dokumentasi karya seni performans di kelas 69 Performance Club, Forum Lenteng, tanggal 29 Juni 2019. (Foto: 69 Performance Club).

Sebenarnya, ketika mengerjakan PR tersebut, saya juga tidak berniat membuat “video performance”. Tapi, ada kata kunci yang disebut Hafiz yang membuat saya mengerti mengapa video saya tidak masuk dalam kategori PR yang ditugaskan, yaitu: “kesadaran frame”. Yang tampak pada video saya adalah “kesadaran frame (kamera)” sehingga itu jelas mengindikasikan bahwa karya itu punya intensi “video performance”. Sedangkan pada karya Pingkan, yang hadir ialah “kesadaran tubuh” dan memang “kesadaran pada karya seni performans-nya itu sendiri”. Kamera video hanya berperan murni sebagai alat dokumentasi.

Karena itu, saya dan Robby, juga dua partisipan lain yang lupa membuat PR (yaitu Andra dan Ufik), serta karya-karya yang masih mendapat nilai tidak baik, mendapat hukuman. Kami harus membuat ulang video dokumentasi karya seni performans kami, dan harus dikumpulkan minggu depan. Selain itu, kami juga mendapat PR baru, yaitu membuat karya seni performans “self-portrait”. Karya yang ini juga harus didokumentasikan agar bisa dibahas minggu depan.

 

Jakarta, 29 Juni 2019, pukul 17: 59 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: