membaca cerpen dea anugrah di bus transjakarta

Pertemuan entah ke berapa dalam proses kursus intensif bahasa Inggris untuk menyambut tes IELTS yang menakutkan itu. Seperti yang sudah pernah saya catat, hari-hari mengikuti kursus justru menjadi hari yang saya tunggu-tunggu. Selain karena memang membutuhkan latihan yang dipandu oleh fasilitator berpengalaman, kegiatan menuju ke dan pulang dari tempat kursus benar-benar membuat kepala saya fresh. Lucu juga. Menerjang kemacetan ibukota di sore hari malah menjadi cara saya untuk menarik diri dari kepenatan.

Hari ini, saya berhasil menamatkan kegiatan membaca buku Dea Anugrah yang lain, yaitu kumpulan cerpennya yang berjudul Bakat Menggonggong. Berbeda dengan kumpulan tulisan nonfiksinya, tidak semua cerpen Dea saya suka. Hanya beberapa saja, yang kebetulan juga disebut-sebut mendapat apresiasi tinggi dari para pengamat.

Gara-gara membaca cerpen Dea, saya berselancar ke situs sederhana yang mengarsip cerpen-cerpen para penulis yang terbit di media massa cetak. Sayangnya, tidak ada yang membuat saya tertarik. Akhirnya, saya kembali menenggelamkan diri ke tulisan Limor Shifman yang sangat serius dan kering itu. Tapi, toh, saya memang butuh menyelam ke sana agar bisa menikmati @masdalu dengan lebih renyah—meskipun resep untuk mendapatkan momen itu harus dengan membaca tulisan yang garing.

 

Jakarta, 2 Juli 2019, pukul 23:34 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: