di pekanbaru

Sengaja saya semalam tidak tidur karena jadwal penerbangan pesawat ke Pekanbaru adalah setengah enam pagi. Untuk menghemat ongkos, saya harus menaiki Damri paling pagi dari Pasar Minggu, yaitu pukul setengah tiga dini hari.

Penerbangan ke Pekanbaru terasa nyaman-nyaman saja. Soalnya, Aghy, anak sulung dari saudara sulung saya, duduk di sebelah saya. Sepanjang perjalanan, dia mengajak saya berbincang tentang superhero kesukaannya: Spider Man, juga Hulk, dan Iron Man. Tapi, dia tidak yakin apakah ada yang bisa mengalahkan Thanos. Dengan niat menggodanya, saya bilang pada bocah yang belum lagi menduduki usia sekolah dasar itu, bahwa superhero paling hebat dan tak terkalahkah adalah Deadpool, padahal saya sendiri belum pernah menonton film superhero yang bisa tetap hidup walaupun badannya terpotong-potong itu.

Saya tidak pernah punya superhero kesukaan.

Kami mendarat di Pekanbaru pada pukul tujuh, dan tiba di rumah nenek, rumah keluarga besar, pada pukul setengah delapan. Usai menyantap lontong gulai paku yang dipesan ayah saya dari pedagang langganan di Pasar Pagi, saya melelapkan diri hingga sore hari.

Dua hari lagi, Afifah menikah. Hingga hari ini, saya belum lagi melihat batang hidung Nawawi, calon suaminya.

 

Pekanbaru, 4 Juli 2019, pukul 21:00 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: