yang diandaikan secara serentak

“Sistem representasional yang dimaksud menjadikan pengalaman akan masa lalu dan sejarah selalu terbuka; beragam penunggalan sejarah dalam sistem kodifikasi dokumen dan arsip—selain spasialitas akan pengalaman lokal-global—selalu diandaikan secara serentak.”

Kutipan di atas adalah pernyataan dari Akbar Yumni, salah seorang kritikus film yang saya hormati. Asti-lah yang mengirimkan kutipan itu via WhatsApp, bukan untuk menggoda saya atau menasehati saya, tapi untuk meminta saya menerjemahkannya ke bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris seadanya, kalimat itu saya terjemahkan begini:

“Such a representational system makes the history and pas experiences constantly open, while various historical consecrations in the codification system of documents and archives, in addition to that of spatiality about the local-global experience, are always concurrently envisioned.” (Semoga saja terjemahan versi saya ini tidak ngawur. Hahaha!)

Saya tulis ulang di catatan ini karena, selain gagasan itu mengusik imajinasi tentang pemikiran sinematik, kalimat Akbar tersebut juga mencerminkan perasaan saya sekarang dengan yang baru-baru ini nongol lagi. Fak.

 

Jakarta, 30 Juli 2019, pukul 23:00 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Basic HTML is allowed. Your email address will not be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: