004 – Benda Bercahaya dan Bergambar

Padahal hari belum gelap, sosok besar itu berkali-kali keluar-masuk rumah. Ibu diam saja; lebih tepatnya, berbaring-menelentang di lantai sambil melihat-lihat sebuah lempengan bercahaya yang sering kali penuh gambar, persis seperti benda yang juga tak kalah seringnya diamati oleh si sosok besar. (Tapi lempengan yang dilihat si sosok besar, tentunya, bukan milik Ibu. Sosok besar punya lempengannya sendiri, bentuknya hampir sama dengan punya Ibu). Mereka bisa menghabiskan waktu yang sangat lama kalau melihat-lihat lempengan itu, sebuah benda berukuran dua kali telapak tangannya yang masih kecil.

Sarah tahu, Ayah juga punya benda yang sama. Sarah juga tahu, setiap kali mereka mengarahkan salah satu sisi benda itu ke dirinya, itulah momen baginya untuk harus tersenyum. Sering juga, benda itu digunakan seperti cermin kecil, yang permukaannya harus disentuh, dan setiap kali usai menyentuhnya, Sarah akan bisa melihat dirinya sendiri ada di dalam cermin itu, tapi tidak bergerak. Kadang-kadang bisa bergerak, dan kalau bergerak, ada suaranya. Sarah tidak tahu untuk apa itu semua. Yang jelas, Ayah, Ibu, dan kakaknya senang saat melihat-lihat gambar mereka di sana. Karenanya, Sarah pun senang.

Si sosok besar, yang Sarah lihat sedari tadi sibuk mondar-mandir keluar-masuk melalui pintu, muncul lagi ke dalam rumah. Dia melepas sepatu, menggantungkan jaket biru di dinding, lalu menyelinap ke balik selimut. Untung saja, selimut itu tidak menimpa para binatang—sahabat-sahabat Sarah—yang ada di dalam buku-buku cerita kesayangannya.

Setelah dilihat-lihat, Sarah sadar kalau sosok yang menyelinap ke balik selimut itu ternyata sudah tidak besar lagi sekarang, tapi jauh lebih kecil daripada ukurannya pagi tadi.

Sosok itu kembali berseru, “Saaaraaah…!”

Sarah sudah tidak takut lagi sekarang. Tapi rasanya tak lengkap kalau tidak memanggil Ibu. “Maaa…!” *

_______
Cerita ini adalah bagian dari karangan panjang berjudul “Sejurus Pandang pada Sarah“. Bab-bab dari karangan ini lebih dulu terbit sebagai cerbung di akun Instagram @embaragram sejak tanggal 28 Agustus 2018 dan masih beroperasi hingga sekarang. Selain itu, repost dari karangan ini juga termuat di media Wattpad Embaragram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.