010 – Tentang Jati dari Blora

“Hoi, Sarah! Teks ini adalah sebuah karya seni performans yang mencoba menenggelamkan keberadaannya sendiri sebagai teks, dengan mengadopsi narasi yang pernah dikisahkan sang peneriak Long Live! kepada Semut Rangrang yang juga mengadopsi cara ungkai itu untuk bercerita tentang jati Blora yang melegenda. Kau dan dunia layarmu harus menjadi publik setidaknya untuk dua puluh empat jam ke depan. Lalu gunakanlah format teks ini, dan tag teman terdekatmu yang kau kira akan tertarik membantu kita menenggelamkan teks ini bersama-sama sehingga orang-orang akan menyentuhkan jempolnya ke layar genggam sedikit lebih lama daripada biasanya, untuk memberi jeda pada durasi lima belas detik itu. Maka, kita bisa berspekulasi tentang apa yang akan terjadi nanti.”

Si sosok kecil menulis kalimat itu dengan penuh kehati-hatian, menimbang-nimbang, juga menerawang. Ia tengah membayangkan jika seandainya Sarah telah cukup usia untuk mengerti apa yang ia gelisahkan hari itu, tentang perangkat-perangkat digital yang begitu memukau matanya; tentang percakapan-percakapan yang difasilitasi oleh emosi-emosi buatan, yang telah menjadi rangkaian langgam yang bisa membuat kita lebih banyak berpikir. Berpikir untuk memahami situasi kiwari dari generasi yang sedang menghadapi tuduhan: jauh dari sejarah dunia, terpenjara bersama Dewa Kemalasan, dan terlena oleh drama picisan yang suka menyakiti diri meskipun alasan untuk bunuh diri hanyalah dalih untuk bisa terus mencintai dunia yang enggan ditinggalkan.

Tapi Sarah adalah generasi penerus, yang akan hidup di masa ketika tuduhan itu telah menjadi usang. Bahkan kini, kami mendengar kabar bahwa di Negeri Utara telah muncul seorang gadis pemberani, yang menyebut dirinya The Messenger, yang mendakwa orang-orang dari generasi sebelum generasi tertuduh, atas kesalahan mereka menyia-nyiakan hari. Bumi sedang bergolak, katanya, dan kita tidak lagi punya cukup waktu untuk membuat keadaan bisa kembali sehat seperti semula.

Sarah, tahukah kau bahwa The Messenger adalah figur yang patut diidolakan oleh bocah-bocah seusiamu…? Jangankan kau, yang mengucap ‘Paman’ saja belum lagi fasih, si sosok kecil yang sedang tergagap menjalani tahun terkutuk—27—pun jatuh hati kepada Greta.

Long Live! Long live, Sarah. *

_______
Cerita ini adalah bagian dari karangan panjang berjudul “Sejurus Pandang pada Sarah“. Bab-bab dari karangan ini lebih dulu terbit sebagai cerbung di akun Instagram @embaragram sejak tanggal 28 Agustus 2018 dan masih beroperasi hingga sekarang. Selain itu, repost dari karangan ini juga termuat di media Wattpad Embaragram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.