011 – Tentang Beruang Madu

Tahukah, kau, Sarah…, dulu, sewaktu umurku lebih tua sedikit dibandingkan dengan usiamu sekarang, aku juga sering melihat-lihat segerombolan hewan bercengkerama riang seperti sahabat-sahabatmu itu. Di dunia yang sama. Tapi aku tidak pernah melihat seekor pun burung gereja.

Tentang Beruang Madu yang kau tanyakan kemarin, itu, aku juga tahu; juga sering melihatnya. Dulu. Tidak sejarang sekarang.

Waktu aku berusia sedikit lebih tua darimu sekarang ini, ibuku sempat melarangku untuk membacanya, bahkan mencegah berbagai cara yang kucoba untuk bisa mengenalnya lebih jauh. Kebetulan, waktu itu tersebar isu bahwa Si Beruang Madu adalah ciptaan misionaris. Ibuku takut aku akan teracuni; dia khawatir jikalau aku bisa saja pergi dari rumah dan mengikuti para misionaris yang orang-orang di kampungku takuti.

Baru sekarang aku tahu kalau itu semua tidak masuk akal. Baru sekarang aku juga mengerti mengapa isu itu, kala itu, jadi bahan obrolan renyah yang menggurihkan rasa takut dan kegelisahan kebanyakan orang. Dan baru sekarang aku sadar bahwa kekhawatiran ibuku—dan juga kekhawatiran kami semua—saat itu, bisa dibilang, berlebihan, karena kami terpengaruh oleh cerita-cerita yang diketik di selembar-dua lembar kertas yang isinya juga lebih dilebih-lebihkan lagi. Selebaran itu dibagi-bagikan oleh orang-orang tak dikenal. Kukira, awalnya, mereka bagian dari panitia rumah ibadah, ternyata bukan.

Di kemudian hari, di suatu hari di masa aku beranjak remaja, tanpa sengaja aku jadi tahu bahwa yang menyebarkan isu itu adalah kelompok-kelompok yang, sekarang ini, citranya di media sosial sering jadi bahan guyonan jika aku bercengkerama dengan Si Tupai yang cantik jelita—lain hari akan kuceritakan kepadamu tentang Si Tupai.

Sayangnya, Sang Beruang Madu tidak pernah tahu kejadian-kejadian semacam ini. Dia pun sebenarnya tidak akan pernah tahu kalau anak-anak sedunia menyukainya. *

_______
Cerita ini adalah bagian dari karangan panjang berjudul “Sejurus Pandang pada Sarah“. Bab-bab dari karangan ini lebih dulu terbit sebagai cerbung di akun Instagram @embaragram sejak tanggal 28 Agustus 2018 dan masih beroperasi hingga sekarang. Selain itu, repost dari karangan ini juga termuat di media Wattpad Embaragram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.