013 – Si Sosok Kecil Bergegas ke Luar Rumah

Bunyi tang tung tang menemani pagi itu karena Ibu begitu sibuk mengejar waktu agar kedua buah hatinya tidak kelaparan sementara Ayah sudah tidak di rumah karena harus sekolah dan menyelesaikan tugas-tugasnya yang sampai sekarang tidak bisa dimengerti oleh si sosok kecil meskipun dia sebenarnya tahu beberapa kelompok yang melakukan pekerjaan yang tidak jauh berbeda dengan Ayah yang pernah menolak ajakan Semut Rangrang untuk duduk lebih lama di dalam sebuah ruangan yang dihadiri oleh orang-orang yang suka berimajinasi tentang hal remeh-temeh semacam kantong plastik yang tersangkut di tiang listrik dan sesekali bergemeresak untuk menimbulkan tanda tanya di kepala pejalan kaki yang melintas di bawahnya.

Pikiran si sosok kecil sekarang tidak bisa diganggu karena ia sudah cukup terusik oleh permintaan Sarah yang lucu dan mendorongnya untuk bergegas mengambil jaket birunya yang tergantung di salah satu dinding berwarna abu-abu itu sehingga dia bisa menemukan bungkusan rokok yang isinya hanya tersisa tiga batang yang peot sementara korek gas yang dia gunakan selama ini pun tidak menunjukkan performa yang baik karena cairan di dalamnya sudah tidak kelihatan.

Sarah melongok dari balik kamar dan mendongak kagum karena ternyata si sosok kecil ini sebenarnya memang bersosok besar di balik jaket biru yang lusuh akibat gerimis tadi malam yang enggan hengkang dari langit Suwon dan memilih untuk menemani mereka hingga subuh dan kepergiannya justru membuat Sarah terbangun.

Si kakak turut menjulurkan lehernya di atas kepala Sarah dan bertanya kepada si sosok kecil tentang ke mana dia akan pergi pagi hari itu dengan tidak sarapan nasi goreng buatan Ibu yang hangat lagi lezat sebagaimana yang biasa dipuji oleh Ayah jika mereka berkesempatan sarapan bersama sambil melihat-lihat lempengan yang bergambar dan bercahaya.

Si sosok kecil tidak menjawab kecuali dengan alis matanya yang naik-turun sembari ia memasang sepatu boots dan memeriksa kelengkapan isi jaketnya sebelum akhirnya ia melambaikan tangan kanan sementara tangan kirinya menyentuh gagang pintu yang memang sulit diputar supaya pintu itu bisa terbuka.

Angin seketika masuk saat pintu berhasil dibuka dan menyapa mereka semua.

Musim dingin sudah berada di penghujung bulan tapi suhunya masih membuat si sosok kecil tak nyaman. *

_______
Cerita ini adalah bagian dari karangan panjang berjudul “Sejurus Pandang pada Sarah“. Bab-bab dari karangan ini lebih dulu terbit sebagai cerbung di akun Instagram @embaragram sejak tanggal 28 Agustus 2018 dan masih beroperasi hingga sekarang. Selain itu, repost dari karangan ini juga termuat di media Wattpad Embaragram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.