016 – Resep Untuk Bisa Terbang

“Benarkah itu…?” tanya Sarah, ketika ia mendengar cerita si sosok kecil tentang seekor gajah kecil yang bisa terbang.

“Ya, itulah yang aku tahu!” kata si sosok kecil, mengingat-ingat pengalamannya berkenalan dengan para binatang lewat sebuah buku cerita. Buku itu adalah salah satu dari buku bekas yang ada di gudang rumahnya di kampung; buku bekas yang muncul begitu saja entah dari mana. Buku-buku cerita itu tidak termasuk ke dalam daftar cerita yang ditakuti oleh ibu dan orang-orang di kampungnya karena tidak pernah tayang di televisi ataupun diisukan dalam lembaran-lembaran ceramah.

“Dia mengumpulkan ranting dan bulu-bulu angsa, merakitnya menjadi mesin sayap yang bisa dikaitkan di kedua lengannya yang gemuk,” kata si sosok kecil. “Gajah kecil itu kemudian pergi ke atas bukit. Di ujung tebing, ia melompat setelah merasa yakin mesin sayapnya terpasang kencang. Dia merentangkan kedua tangan, kemudian menggerakkannya sekuat tenaga, persis seperti seekor burung yang mengepakkan sayap. Dia seketika menjadi ‘burung berbelalai’ pertama di kampungnya. Masyarakat hewan di kampungnya berdecak kagum. Terbangnya indaaah sekali!”

“Sarah, kalau begitu, kita juga harus mengumpulkan ranting dan bulu angsa!” seru Aghy, si kakak, penuh semangat. “Kita akan membuat mesin sayap yang lebih besar supaya Si Gajah bisa terbang lebih tinggi.”

Siang itu, di depan rumah mereka, si sosok kecil, Sarah, dan kakaknya sedang berbincang sangat serius; mereka sedang menyusun rencana untuk membuat mesin sayap yang pas untuk Si Gajah, sahabat mereka. Rencana mereka itu, adalah rencana rahasia. Ibu dan Ayah tidak boleh tahu. Yang tahu hanya mereka bertiga, dan juga kau.

“Ke mana kita mencari ranting dan bulu angsa?” tanya si sosok kecil. “Kalian, kan, tidak punya kebun?”

Sarah dan si kakak saling melihat satu sama lain. Mereka kebingungan. *

_______
Cerita ini adalah bagian dari karangan panjang berjudul “Sejurus Pandang pada Sarah“. Bab-bab dari karangan ini lebih dulu terbit sebagai cerbung di akun Instagram @embaragram sejak tanggal 28 Agustus 2018 dan masih beroperasi hingga sekarang. Selain itu, repost dari karangan ini juga termuat di media Wattpad Embaragram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.