Tiupan Artifisial Adalah Kini

Bayangkan tiupan yang benar adalah udara sungguhan, dihembuskan dari mulut yang jujur, penuh ketulusan, dan dapat disentuh…, bukan himpunan piksel yang ditransmisikan lewat jaringan simulasi tak teraba, tak beremosi, dan artifisial…

Bayangkan, jika dahi yang mengernyit hingga larut malam itulah yang menyambut apa yang dapat ditangkapnya sebagai tenteram (lantas bersama senyum ia terpejam)

…bukan ditangkap oleh mata yang sayup-sayup dan enggan bertahan—menyuntuki kelam saat menghadapi layar supra dan artifisialnya yang tergenggam (lantas menuju mimpi beriring gumam)

Bayangkan seandainya tiupan itu memang benar berpindah sungguhan dari ruang lingkup keterbatasannya, secara fisik dan non-fisik…, dan bukan dalam cirinya yang terkini sebagai citra mental belaka yang begitu mengusik

Bayangkan itu nyata, bukan maya…

Tapi wadah yang berbeda mengubah kodrat kata-kata

Dunia manusia kini dua,

cintanya beranak pinak entah

berapa — “Thank you, I love me too.”

Lucu!

Manshur Zikri
Jakarta, 20 Desember 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.