Trauma Masa Kini Adalah Pengingatan

Tahukah kau
kapan puisi akan mereka buatkan?
Tatkala dilemma gagal diungkai dalam rungutan,
kata dipilih segamblang rengekan.

Tapi puisi sejatinya bukanlah ratapan,
bukan juga dalih pembenaran.
Puisi adalah metafora keputusan
akan keyakinan
dari keteguhan
tentang tujuan
demi harapan
atas kegagalan
melawan keputusasaan.

Dunia layu.
Sebentar lagi Desember berakhir, kan?
Daun dan ranting belum juga berikan kepastian.

Kita tahu,
tak beranjak sedikit pun kita.
Haruskah kita sampaikan salam pelupaan
pada musim demi musim, bersama?

Bukankah Homi Bhabha, dua puluh tiga tahun lalu, telah mengingatkan:
“mengingat bukanlah mawas diri dan pengenangan yang teduh;
mengingat itu lara, jika menyusun masa lalu yang terkoyak-koyak
demi memahami trauma hari ini.”

Tak ubahnya orang-orang di sini,
ada kalanya kita mendapati keraguan
dalam menyambut musim semi
yang bahkan belum kita alami
sama sekali.

Dan pengingatan yang tenang
hanyalah buah dari cinta yang jujur.

Cinta yang jujur,
cinta yang jujur, dan
hanya dari cinta yang jujur.

Manshur Zikri
Jakarta, 28 Desember 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.