Gadis Bermain Adalah Gerimis

Ada sepetak waktu di tengah putaran
ada seonggok tanya di ujung lingkaran
mengapa hari begini melelahkan?

setengah titik cahanya terpinggirkan cerita
di sampingnya rumah kehilangan jendela
di sebelah mana lubang kuncinya?

Ada pak tua berbincang dengan masa
dibelahnya air yang tidak mengalir
resah hatiku melihat cuaca
Oh, langit! Kau buat aku jadi berpikir.

Tetikus kumelangkah hati makin gelisah
ribuan titik terjun bebas ke bawah
sebentar menunggu usailah sudah
Hai, sang dewi yang menangis, gegaslah

Etalase tak menjawab
apa aku harus berhenti berharap?

Kunang-kunang melintas di atas kepala
Pak Sapardi bercerita, dalam Gadis Kecil:
“Ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis
di pinggir padang ada pohon dan seekor burung”

Sana ke mari, delapan ke belakang
ada siapa di belakang tiang?

Ada pak tua berbincang dengan masa
dibelahnya air yang tidak mengalir
resah hatiku melihat cuaca
Oh, langit! Kau buat aku jadi berpikir

Surat kabar menyapa gelas bening
layar panas membuatnya pusing
mau ke mana kita?

Kunang-kunang kembali bertanya heran,
di mana tamannya, hei, gadis kemarin?
Gerimis selepas hujan
melarangku bermain.

Manshur Zikri
Jakarta, 30 Desember 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.