Pantulan dan Tak Terkira Adalah Jembatan

Romanitis[is]me datang
kurang segulung
lalu meruang
tanpa raung
negeri seberang
jelajahi arung
tanah tersayang
untuk merundung

Bingkai direkat
pada dinding
keagungan
lantas dijerat
jepretan bising
kesezamanan

Maka palu dipukul
bukan untuk meruntuhkan
tapi untuk memikul
kembali dasar kesadaran

pantulan dan
yang tak terkira;
jembatan demikian
ditenun bersama
oleh yang dituakan
dan yang muda-muda

Manshur Zikri
Jakarta, 26 Mei 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.