Setumpuk Surat Adalah Ingatan

Gerimis, aku mengenakan mantel bertudung, jingga
Jalan sudah tidak terlalu basah waktu itu,
dinding-dinding juga begitu

selepas pos penjaga, kebingunganku dijawab
oleh kesadaran, bahwa gedung itu
adalah tempat orang menjelajah
dunia melalui buku

tapi, langkahku bahkan tidak melewati batas
batas rantai yang membatasi jalur roda-roda itu,
sepertinya…

isak, sesak, aku berbalik langkah
(Ah…! Aku lupa mengapa…, jangan kau tanya pula!)
penjaga di sana pasti bertanya-tanya,
itu kata wajah mereka

gerimis tinggal satu-satu menyentuh setapak
sebentar, biar aku selesaikan dulu,
kau jangan penasaran begitu…

aku tidak bercerita tentang siapa kepada siapa
karena kaulah yang datang dari ujung gang,
membawa setumpuk buku
dan menambah tanya di dalam kepalaku
tatkala sehabis hujan di awal minggu Mei

Oh, ya! Aku baru teringat pada setumpuk surat
yang harus kubereskan.
Hujan bulan Juni belum datang.

Manshur Zikri
Jakarta, 27 Mei 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.