Gulana Angin Adalah Kecup

dulu angin, tapi itu hanya fiksi belaka
sempat pada langit, bermimpi terbang,
tapi terlalu tinggi, rasa jatuhnya: “Waddaw…!!!”
nyata
kini, apakah hujan?
aku ragu, karena juntrung gelisah
pada senja dituang

tapi ada yang menolak angin;
menolak kecup,
karena prinsip yang dilahirkan
dari kitab-kitab sucinya
meski teks-teks kiwari
telah merayu tuk menelan
kebebasan

sedetik lalu, ialah rumah mungil
tempat ditemukannya kebaikan,
ketulusan, dan permohonan
sebagai gugus arti.
Tapi kiranya 364,32 GB
masih membutuhkan
33 menit;
sebelum kita terlelap, meyakini
kebiasaan bahwa mata yang terpejam
memberikan lupa sebagai obat
kesenangan (sementara).

Hei, ingat, hoi, kawan
garis charcoal tak segampang izin
kesibukan, untuk bisa dimaklumkan
ketidaktuntasannya.
Sayur dan ikan masih menanti.

Cukupkah waktu sebelum fajar menjelang?

Manshur Zikri
Depok, 27 Mei 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.