Tubuh Kuasa Ambigu Adalah Kaleidoskop

Burung gereja merah,
yang kulihat bersiasat
dari derita siksa
di atas langit
melintasi gemuruh awan,
telah menunjukkan bahwa
hasratku hanyalah kuasa

Pada malam-malam
kala kelopak memejam
pasca aliran air
yang mengasin luka
karena jarak pandang
yang diakibatkan norma,
dalam mimpi-mimpi
yang selalu ambigu
dengan cita-cita
Kaleidoskopik ultimanya itu,

tubuh memanggil rindu
pada yang bergerak
bernapas, berujar, berkeringat

agaknya kuasa memang
demikian adanya: patriarkis.

Menyeramkan
sekaligus
menyedihkan

juga menggelikan.

Manshur Zikri
London, 4 Juni 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.