Yang Kuingat Adalah Camar

Yang kuingat hanyalah adegan burung
camar yang terbang menukik ke air laut
lalu ia sendiri
ditinggal kawanannya
setelah itu, barulah aku melihat lautan
yang begitu luas
Kami belum beranjak ke babak berikutnya
kami belum akan bertemu
dengan kucing
dan lain-lainnyaTapi orang-orang banyak
telah mengabarkan “kisah seekor camar
dan kucing
yang mengajarinya terbang”

di, dengan, melalui
layar-layar genggam mereka

Tapi syair-syair dari Sumatera
belum punya kuasa
untuk melihat
gerak-gerak bibir yang bicara
tentang alam yang rusak
disaksikan camar-camar itu
Syair-syair dari Sumatera
sudah bisa mendengar
karenanya, adegan burung camar
harus segera berpindah
ke babak berikutnya

Tapi, yang kuingat
hanyalah adegan burung
camar yang terbang
menukik ke air laut
lalu ia sendiri
ditinggal kawanannya

Bisakah kini kita melihat lautan
yang betapa luas itu
bersama-sama
tanpa hukum-hukum
yang durjana…?

Manshur Zikri
Yogyakarta, 25 Oktober 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.