Malam-malam Bulan Pertama Adalah Panjang

Jari mengejar tiga puluh halaman kata-kata
di saat isak si yang baru lahir terdengar sayup-sayup,
sedikit mengkhawatirkan
—sedangkan motor sesekali melintas
di balik pagar.
Tangannya meninju udara,
kakinya menyepak selimut

Lantas waktu terasa begitu sekilas saja berlalu
karena tenggelam dalam teriak nyaringnya
yang merindu puting susu ibu
meski kami baru menggigit sebutir kurma

dan rusa, detik ini, menyandarkan kepalanya
di kursi rotan lama bawaan rumah
yang sudah lama tak dihuni
sejak gempa Jogja empat belas tahun silam

ia menunggu lagu-lagu Sumatera
bait-bait awal
mendayu pelan menuju perhentian, barang sebentar
sayup-sayup memelan suaranya
hingga puting susunya dilepas
dan jerit tangis itu berganti
jadi dengkur napas yang bikin waswas

Malam-malam bulan pertama
memang akan selalu panjang.

Manshur Zikri
Yogyakarta, 17 Oktober 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.