Tiada Arus pada Tiga Bilah yang Diam

Jaring-jaring yang membola melapisi tiga bilah yang diam
Tiada arus yang kini menghidupkannya
Ia berdiri dalam kematiannya itu, di balik kursi biru
yang kemarin diduduki oleh temanku saat membaca buku

Di sebelah dinding, ada enam orang yang bukan sedang berbisik.
Mereka bicara juga bukan untuk berisik.
Aku tahu, mereka tengah terusik
oleh jerami-jerami masa kini yang harus ditelisik

Di samping tiga bilah yang kini berdiri diam,
puluhan kotak disesaki oleh lembaran-lembaran mendekam—
entah kapan mereka akan dilirik lagi oleh kulit-kulit masam
yang mengeluhkan diri mereka yang kurang asam-garam;
takut akan masa depan suram;
tapi abai terhadap simulasi yang terus menghantam

Di antara keragu-raguan semacam itulah aku juga berdiri,
lebih sering duduk, nyatanya…

Menarik satu PDF tertentu untuk dikaitkan dengan PDF yang lain
demi membuat PDF yang lain untuk menguraikan
PDF yang lain lagi

Tiada arus yang kini mengalir ke tiga bilah diam itu
padahal, sekarang jelas sekali tidak mati lampu.

Jaring-jaring yang membola melapisi tiga bilah yang diam, diammu
Tiada arus yang kini menghidupkannya, napasmu
Ia berdiri dalam kematiannya itu, di balik kursi biru, bekasmu
yang kemarin diduduki oleh temanku saat membaca buku, milikku

Manshur Zikri
Jakarta, 9 Mei 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.