Kala Cicak Menggenggam Silet

Mesin air di sampingku, berbunyi bukan dengan irama kantuk,
mengalirkan aroma belerang ke kamar mandi sebelah;
melantunkan gemericik, menyela denting-denting spatula tetangga
dan imajinasi rasa cabai-cabai yang ditumis dengan bawang busuk

Saat dini hari, bunyi keringnya tidak berhenti.
Meskipun karat rantai yang melilit roda sepeda di dekatnya
merupakan tekstur kasar yang patut bersuara,
mengganggu telinga mentalku yang menggantung di tulang punggung;
Meskipun lumut yang membalut batu di bawahnya
merupakan usapan alam yang pantas menari,
menggugah bulu romaku yang tertabur di ujung dedaunan berlapis lumpur;

Semut-semut merah tua berhasil menggerayangi bunyi itu
dengan gerak kaki mereka yang menjadi aura lantas merobek buntut cicak
yang menjulurkan lidahnya di depan mataku.

Mulutku yang berbau asap
kerap gagal melantunkan derap
terhadap udara yang tak kunjung pengap
di peralihan suhu yang menguliti arwah-arwah yang terkesiap

Saat petang hari, asap lembab itu tetap berlari.
Meskipun lapisan terluar dari bangku kayu yang patah tengah-tengahnya
merupakan urat nadi dari dunia benda yang mengapung,
menepuk-nepuk bajuku yang didesiskan kipas rongsok;
Meskipun kulit batang pohon di sekelilingnya
merupakan ruas-ruas basi dari bisik-bisik pujangga buntung,
menebas-nebas rambutku yang dimainkan rayap dari besi bobrok;

Pisau silet hijau tua berhasil membelah pendengaranku
dengan sayatan terhalusnya yang menjadi bahasa dan melubangi layar kertas
yang perlahan memicu api di samping telinga kiriku.

Manshur Zikri
Jakarta, 10 Mei 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.