Tentang Tai

Sebagaimana politik tai kerap dikutip-kutip serampangan,
kita juga menebar terbitan tai secara sembarangan
dengan kegembiraan yang melampaui
perayaan atas seribu slogan
di media sosial yang, hingga kini, kerap terabaikan
sifat dasariahnya dalam menentukan
aksi-reaksi manusia.

Tai tak lagi hanya soal teknis, bukan?
Urusan duburku dan duburmu juga
bukan hanya bagian dari cemoohan klise
para pelaku intimidasi keseharian yang dibingkai TV
Tai adalah urusan politik juga, kata akademisi.
Tai menemukan jati dirinya yang, mungkin, sejati (?)

Aku tidak tahu, kalau urusan tai
mengemban sejarah emansipasi
dan meneror
ketersempitan hubungan-hubungan komunikasi.
Tapi adakah terbitan tai juga demikian, dan
setai puisi-puisi gampangan yang memviral kini?
Yang dengan teknis desain sederhana,
ribuan buku kumpulan puisi diterbitkan
untuk membelai nafsu-nafsu kita yang menggerogot
demikian halus, membicarakan ke-aku-an
yang dipenting-pentingkan,
yang diharga-hargakan…?

Lebih tai-nya lagi, tai menjadi bumbu dakwah
sederas dakwah menaikan dirinya sendiri
di hadapan kita yang belum juga usai
berurusan dengan teknis membuang tai,
apalagi mendiskusikannya sebagai disiplin filsafat
yang “harus ketimuran!” seru temanku, pongah.
Dia memang tai.

Seandainya tai bisa ditelan,
mungkinkah ia suatu saat nanti
menjadi valuta baru yang paling kekinian
dan diperdalam oleh para filsuf dadakan
yang bergerilya di media kita hari ini…?
Tai! Betapa kacaunya.

Manshur Zikri
Jakarta, 29 Juni 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.