Setapak Sufistik

Setapak sufistik mesti kami tempuh
walau itu proyek mustahil
tapi kemestian menjadikannya ada
mendorong kami tetap mengada

Hilangnya batas bukanlah tujuan
melainkan menghancurkan keterbatasan
dengan menyisakan keping-keping
pembatas
hingga kami tetap mengingat
bahwa dahulu ada masa
ketika pikiran kami terbatas
tertutup
sempit

Kami harus membuka semuanya
membuka pikiran dan jiwa
seterbuka-terbukanya
dengan batas-batas yang telah hancur tanpa lebur
menjadi puing yang tetap tampak
lantas terus membuat kami ingat
bahwa batas-batas itu dulu ada
sehingga kami dapat tetap mengada
dengan apa yang akan dibuka
agar menjadi terbuka
sepenuhnya

Setapak sufistik harus kita tempuh
dan keharusan itu mengingatkan kita
tentang batas-batas yang harus kita
lompati bersama
dengan pikiran terbuka

Manshur Zikri
Yogyakarta, 24 November 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.