Menodong Pujangga

Lantas, haruskah kita bimbang
mencemburui yang akan datang
sementara senandung tentang
nostalgia masa depan yang terbayang
memutuskan kakinya hengkang?

Anugrah mengungkai bakat menggonggong
Tukan meramu malam merongrong
Pujangga hari ini ditodong
dengan moncong yang sombong
lewat kata-kata yang bohong

Penodongan itu dilindungi dalih
berupa hasrat menjadi sembrono
dengan hujat-hujat mbeling
tampil seakan ramping
tak sadar terjebak sinting
di masa yang kian genting
seolah itu semua adalah kredo
di ruang-ruang baru yang mereka tak fasih

Kami pun sungsang
di alam terkini yang merimpang
pada bayang-bayang
utas-utas yang 24 jam melanglang.

Manshur Zikri
Yogyakarta, 8 Februari 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.