Gejala-gejala Manusia

Dua bulan terakhir, sejak Wijen lahir, saya mendapati, menghadapi, menyaksikan, dan mengalami beberapa kejadian yang membuat saya kembali berpikir ulang tentang hubungan sosial, personal, serta gejala-gejala lainnya yang berkaitan dengan karakteristik manusia. Ingin rasanya menulis beberapa esai tentang hal-hal itu. Namun, pekerjaan-pekerjaan saya di kantor cukup menyita waktu, belum lagi kewajiban untuk menemani Wijen dan Maria di rumah, sehingga saya belum punya waktu yang mantap untuk duduk berlama-lama berfilsafat.

Dukung saya untuk terus berkarya dengan memberi donasi melalui PayPal atau Saweria.

Anton Chekhov mengkritik dengan jenaka, lewat cerita-ceritanya, bahwa filsafat justru membuat orang merugi sementara ia, dari sudut pandang lain tapi berbarengan dengan pendiriannya untuk tetap mengkritik, memuja-muja keunggulan sastra. Dengan pertimbangan semacam itu, saya memilih puisi untuk mengekspresikan unek-unek perihal itu: gejala-gejala manusia (biasa).

Selamat menikmati puisi-puisi berikut:

  1. Setapak Sufistik
  2. Goncangan