Puisi Mati Adalah Mustahil

Puisi Mati Adalah Mustahil merupakan judul yang saya gunakan untuk kumpulan seratus puisi mengenai cinta, teknologi, dan gelagat masyarakat bermedia kontemporer. Judul pada setiap puisi dalam kumpulan ini juga merupakan upaya saya untuk menguji coba eksperimen bahasa.

Dukung saya untuk terus berkarya dengan memberi donasi melalui PayPal atau Saweria.

Puisi-puisi ini dibuat di waktu-waktu senggang saya sebagai pegiat seni (sejak 25 November 2019, saya bekerja sebagai kurator seni di Cemeti – Institute untuk Seni dan Masyarakat). Membuat puisi, bagi saya, adalah perpaduan antara kegiatan rekreasi dan proses berpikir. Menyenangkan, tapi juga menuntut daya tahan dan kedisiplinan tertentu, persis seperti menggambar.

Selamat membaca!

  1. Cinta Adalah Kebudayaan
  2. Ruang Peralihan Adalah Pikiran
  3. Tenggelam Adalah Pulau
  4. Delapan Jam Adalah Delapan Hari
  5. Iktikad Adalah Puisi
  6. Tiupan Artifisial Adalah Kini
  7. Daun Jatuh Adalah Ironi
  8. Dunia Kita Adalah Ilalang
  9. Yang Problematis Adalah Istilah
  10. Ketidakadilan Adalah Misogyny
  11. Trauma Masa Kini Adalah Pengingatan
  12. Melompati Bingkai Adalah Hoppla
  13. Getar Adalah Jantung
  14. Pagi Kelambu Adalah Dilema, Ta
  15. Gadis Bermain Adalah Gerimis
  16. Sederhana Adalah Follow
  17. Niat Adalah Like
  18. (Ape, ye?) Adalah Unfollow
  19. Cara Keluh Kesah Adalah Bicara
  20. Fajar Menjelang Adalah Roman
  21. Pelangi Berbintang Adalah Temaram
  22. Yang Berdialektika Adalah Waktu
  23. Yang Paling Berisik Adalah Sunyi
  24. Jaringan Semu Adalah Kenyamanan
  25. Tujuh Benih Kismis Adalah Kesadaran
  26. Ruang Definisi Adalah Layar
  27. Jejak Bisu Adalah Citra
  28. Jargon Siauw Adalah Langgas
  29. Bodoh Berulang Adalah Aku
  30. Ujung Jari Adalah Kata
  31. Cinta Dungu Adalah Unduhan
  32. Liris Alegoris Adalah Garis
  33. Pantulan dan Tak Terkira Adalah Jembatan
  34. Negara Hitam Adalah Kemasygulan
  35. Yang Melawan Adalah Gerimis
  36. Setumpuk Surat Adalah Ingatan
  37. Tiga Jendela Adalah Ramai
  38. Ada Sesuatu Adalah Hujan
  39. Gulana Angin Adalah Kecup
  40. Senja dan Kopi Adalah Pornografi
  41. Yang Melompat Adalah Tenggara
  42. Tubuh Kuasa Ambigu Adalah Kaleidoskop
  43. Ingatan Munafik Adalah Kiamat
  44. Yang Belum Bernas Adalah Kolektivitas
  45. Kuasa Adalah Hasrat
  46. Penat Hari Adalah Keringat
  47. Bercak Melekat Adalah Kuning
  48. Liukan Tubuh Adalah Puisi
  49. Tak Berdetak Adalah Limbung
  50. Atas Nama Teknologi Adalah Kapital
  51. Kakus Adalah Mengukur
  52. Yang Bertengger Adalah Kata
  53. Sebelum Tidur Adalah Gendong
  54. Yang Merindu Hari Ini Adalah Hantu
  55. Keroncong Perutku Adalah Jemari
  56. Yang Berlipat Ganda Adalah Puja
  57. Yang Ingin Berlari Adalah Rusa
  58. Telah Dideklamasikan Adalah Tenang
  59. Selalu Mesra Adalah Kalian
  60. Gemar Terpingkal Adalah Kali
  61. Drama Gestural Zaman Adalah Layar
  62. Malam Bisu Adalah Antara
  63. Nyanyian Sumatera Adalah Janji
  64. Halaman Melenakan Adalah Kosong
  65. Waktu Angin Dicari Adalah Bumi
  66. Membaca Tubuh Adalah A posteriori
  67. Diri Mereka Adalah Tampil
  68. Enam Puluh Menit Adalah Pertaruhan
  69. Batu Karang Adalah Raga
  70. Menyapa Semesta Pertiwi Adalah Indie
  71. Tak Seberisik Garis Adalah Dinihari
  72. Yang Celaka Adalah Emosi
  73. Dengkur Adalah Kisah
  74. Situasi Lupa Adalah Mengada
  75. Lipatan Terluka Adalah Sejarah
  76. Meraung Ruang Adalah Rangrang
  77. Kami Adalah Hore
  78. Bait-bait Kosmopolit Adalah Satu Menit
  79. Daging yang Nyata Adalah Syair Sumatera
  80. Berita-berita Terngiang Adalah Membangkang
  81. Trauma Tubuh Adalah Mengingat
  82. Makan Malam Adalah Senang
  83. Semua Sama Adalah Kerja
  84. Pengawal Desa Adalah Isin Angsat
  85. Mengejar Keberadaan Adalah Kata
  86. Kata-kata Berjaya Adalah Circle
  87. Yang Kuingat Adalah Camar
  88. Mengikat Janji Adalah Sekarang
  89. Mengejar Kata Adalah Gegar
  90. Daging Di Bawah Kelambu Adalah Meringkuk
  91. Malam-malam Bulan Pertama Adalah Panjang
  92. Air Mata Adalah Turun
  93. Narasi Air Mata Adalah Sukarela
  94. Lini Masa Generasi Adalah Ketakutan
  95. Tahun Penghabisan Adalah Informasi
  96. Utas Kepalsuan Adalah Retweet
  97. Gejala-gejala Mendayu Adalah Pembangkangan
  98. Sistem Pemaknaan Adalah Bekerja
  99. Menyusun Diri Adalah Semakin
  100. Puisi Mati Adalah Mustahil