Terang Bukan Kenangan

Pagi hari, tanggal 20 April 2012, saya mendapatkan sebuah link dari seorang penulis bernama Ronny Agustinus. Habis Gelap Belum Terbit Terang: Suatu Sketsa atas Surat-Surat Kartini, karyanya yang pernah dimuat di edisi khusus bulanan ekonomi-politik Indikator No.03/II/Februari 2000 itu, memaparkan sebuah pembacaan tentang gagasan-gagasan dan pemikiran Kartini yang tergambarkan melalui surat-suratnya. Di penghujung tulisan, Ronny menjelaskan bahwa surat-surat Kartini itu “nyata sedang bercakap-cakap dengan kita semua: Anda, saya, siapa saja.” Sebuah curahan yang menceritakan zaman ketika “kata-kata dirampas dari mulut perempuan dan kebebasan seluruh manusia sedang dipertaruhkan”. Continue reading →

Panggil Aku Kartini Saja, karya Pramoedya Ananta Toer tentang seorang gadis luar biasa

Kartini

Kartini --- Image via Wikipedia

“Barang siapa tidak berani, dia tidak bakal menang; itulah semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!”

Kartini via Pramoedya Ananta Toer

Continue reading →