Terang Bukan Kenangan

Pagi hari, tanggal 20 April 2012, saya mendapatkan sebuah link dari seorang penulis bernama Ronny Agustinus. Habis Gelap Belum Terbit Terang: Suatu Sketsa atas Surat-Surat Kartini, karyanya yang pernah dimuat di edisi khusus bulanan ekonomi-politik Indikator No.03/II/Februari 2000 itu, memaparkan sebuah pembacaan tentang gagasan-gagasan dan pemikiran Kartini yang tergambarkan melalui surat-suratnya. Di penghujung tulisan, Ronny menjelaskan bahwa surat-surat Kartini itu “nyata sedang bercakap-cakap dengan kita semua: Anda, saya, siapa saja.” Sebuah curahan yang menceritakan zaman ketika “kata-kata dirampas dari mulut perempuan dan kebebasan seluruh manusia sedang dipertaruhkan”. Continue reading