All posts tagged: kriminologi

Dari sebuah sajak yang saya baca tadi pagi

Teks ini ditulis pada pagi hari, 3 Agustus 2017, pukul 09:55. Kira-kira lima menit yang lalu, saya berbagi cerita kepada Asti yang baru saja datang dari rumahnya ke sini, markas Forum Lenteng. Saya sedang duduk di depan meja panjang, di teras belakang, bersiap-siap menghadap layar laptop untuk mengetik… apa saja yang ingin diketik. “Gue dapet sajak bagus!” saya berseru. “Apaan?!” Asti menanggapi. Saya membuka buku Arundhati Roy, The Ministry of Utmost Happiness, sebuah buku yang saya pilih untuk dibaca dalam beberapa waktu ke depan. Buku terbitan Penguin Books itu kebetulan saya beli dengan uang sisa perjalanan ke London dua bulan lalu (28 Mei – 13 Juni), di salah satu toko buku di bandara Heathrow, ketika akan pulang ke Jakarta. Setelah menemukan sajak yang saya maksud, di halaman ke-44 buku itu, saya menyodorkannya kepada Asti—dia cukup antusias. Melafalkannya dengan bibir yang bergerak tanpa suara, dia membaca sajak itu, yang tertulis begini: Fisey ishq ka tiir kaari lage Usey zindagi kyuun na bhari lage For one struck down by Cupid’s bow Life becomes burdensome, isn’t that so? …

Workshop Literasi Media wepreventcrime Bersama Forum Lenteng

Tulisan ini sudah pernah dimuat di website akumassa, tertanggal 8 Februari, 2014. “Waktu pertama kali gue ngasih ide workshop literasi media, apa yang kepikiran sama lu?” tanya saya kepada Yanuar melalui chat facebook. “Jujur, blank, Bang!” jawabnya. “Gue gak tahu apa-apa tentang literasi media. Sempet googling, itu kayak ngebahas beberapa poin penting, kayak bagaimana seharusnya media memberikan informasi yang baik, bagaimana mengkritisi media lain, dan lain-lain. Tapi, ya, itu… masih ngablu.” Hari itu, 7 Februari, 2014, Yanuar dan beberapa temannya: Meiki, Mela, Albert, Kaspo dan Akbar, berkumpul di Forum Lenteng untuk menyelesaikan karya dalam workshop literasi media yang mereka ikuti sejak tanggal 3 Februari, 2014. Kegiatan ini bekerja sama dengan Forum Lenteng. Otty Widasari, Koordinator Program akumassa Forum Lenteng, menjadi fasilitator, dibantu oleh saya sendiri, dan Muhammad Sibawaihi (anggota komunitas dampingan akumassa di Lombok Utara, Pasir Putih). Yanuar dan teman-temannya itu adalah anggota wepreventcrime (biasanya disingkat WPC), dari Himpunan Mahasiswa Kriminologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Tahun ini, komunitas ini membentuk kepengurusan baru. Yanuar, yang sekarang menjabat sebagai pemimpin umum, berinisiatf untuk mengembangkan wawasan anggota WPC tentang media. Kerja WPC sendiri selama ini adalah mengelola media online berbasis webblog, wepreventcrime.wordpress.com, dan memproduksi Buletin Wepreventcrime. Harapannya, dengan bekal …

LPK itu…

“LPK, taik!” (Hadist, Oktober 2011) “…santai, gampang lah!” (Sindo, Oktober 2011) “…hari sumpah pemudaa, dirayakan dengan PERSENTASI LPK! yang muda yang meneliti, yang muda yang suka AnaL-isis. #heuh #gesrekotak!” (Lele, Oktober 2011) “…pererat tali silaturahmi!” (Drajat, Oktober 2011) “LPK mengalihkan duniaku! Seandainya gue hidup di tanggal28 Oktober 1928, gue akan ganti sumpah pemuda jadi sumpah I love you, LPK!” (Ossie, Oktober 2011) “LPK… sangat mematikan!” (Swaswa, Oktober 2011) “…bikin gue pinter. Hahaha! 3 sks serasa 24 sks!” (Bagas, Oktober 2011). LPK, singkatan dari Latihan Penelitian Kriminologi, merupakan mata kuliah yang benar-benar menguras tenaga dan otak dari para mahasiswa kriminologi. Mata kuliah yang mengajarkan mahasiswa kriminologi dalam melakukan penelitian secara langsung dengan sampel dan objek yang sesungguhnya.  Selamat ber-LPK ria kawan-kawan! ______________________________________________________________________________ Gambar dan kuotasi diambil pada tanggal 28 Oktober 2011, ketika beberapa orang mengerjakan tugas LPK di kosanku.